Jumat, 5 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tolak Bala, Gorontalo Gelar Du’a Lo Ulipu

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 19 Januari 2021 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Situasi saat dzikir bersama oleh jajaran pemerintah dan juga tokoh agama dan tokoh agama. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Untuk keselamatan bangsa khususnya daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo gelar Du’a Lo Uli atau yang artinya (mendoakan negeri atau daerah), Senin (18/01/2021)

Doa dan Dzikir bersama itu dilakukan karena belum lama ini. Indonesia dihadapkan dengan beberapa bencana alam yang menimpa daerah tetangga dan juga bencana non alam yang belum berakhir yakni Covid-19.

“Selain pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga mereda, bangsa Indonesia dalam dua bulan terakhir diperhadapkan dengan cuaca ekstrim, mengakibatkan sehingga di beberapa daerah tetangga kita mengalami bencana. Insya Allah doa yang kita panjatkan malam ini akan diterima Allah Swt. Semoga daerah ini (Gorontalo) dan bangsa kita terhindari dari segala bencana, ” kata Wakil Gubernur, Idris Rahim yang juga turut hadir didampingi oleh istrinya.

BACA  Alokasi Anggaran ke Kota Gorontalo, Naik Dua Kali Lipat

Diawali dengan Salat Isya berjemaah, dzikir bersama yang digelar di rumah jabatan Gubernur Gorontalo itu dipimpin oleh ustadz KH. Sarmada Inaku.
yang dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama dipimpin oleh ustadz KH. Sarmada Inaku. Tak hanya itu, Pemprov juga memberikan santunan kepada 40 anak yatim piatu, yang diserahkan secara simbolis kepada tiga anak, masing-masing dari panti asuhan Amal Sholeh, Nurul Qolbi, dan Multazam, yang disaksikan oleh tokoh agama dan juga tokoh agama yang hadir pada saat itu.

BACA  Kepala Daerah Yang Baru Dilantik, Diminta Tuntaskan Program

Idris Rahim selaku pimpinan daerah, dirinya juga menegaskan, pemerintah harus selalu berada di depan untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana.

BACA  Gubernur Gorontalo Lantik 260 Pejabat Fungsional dan 16 PPPK

“Kalau terjadi bencana, pemerintah harus berada di depan menanggulangi bencana dan memberi bantuan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Jangan hanya BPBD, TNI dan Polri yang berada di lapangan saat terjadi bencana, semua harus turun dan terlibat membantu masyarakat,” tegasnya. (adv/lya/hg)


Komentar