Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TP PKK Provinsi Gorontalo Dukung Pencegahan Difteri

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 7 Juli 2022 | 14:05 Tag: ,
  Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo, Gamari Monoarfa bersama Penjagub Hamka Hendra Noer dalam Rapat Koordinasi Upaya Penanggulangan dan Kewaspadaan Dini Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi, Rabu (6/7/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Gamaria Monoarfa, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam melakukan pencegahan kasus difteri yang saat ini terdeteksi sudah ada dua kasus di Kabupaten Gorontalo.

Dirinya mengatakan, sebagai satu – satunya organisasi yang bisa mencakup hingga urusan keluarga dan rumah tangga, permasalahan penyakit difteri masuk dalam ranah PKK. Dirinya juga berharap peran perempuan sebagai ibu rumah tangga untuk berpartisipasi dalam pencegahan kasus difteri.

“Kita akan mengikuti langkah pemerintah provinsi, akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota khususnya di Kabupaten Gorontalo yang menjadi lokasi ditemukannya kasus ini,” kata Gamaria Monoarfa usai mengikuti Rakor Upaya Penanggulangan dan Kewaspadaan Dini Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi, Rabu (6/7/2022).

Dalam rapat yang turut dihadiri Konsultan Internasional WHO Indonesia, Officier Surveilans dan imunisasi WHO Indonesia, Tim direktorat imunisasi Kemenkes RI dan jajaran pemerintahan provinsi Gorontalo tersebut, Gamaria Monoarfa berharap kasus ini jangan sampai ada lagi dikemudian hari.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan setempat, peningkatan kasus difteri terjadi sebagai imbas dari penurunan jumlah capaian imunisasi anak dalam dua tahun terakhir. Diketahui cakupan imunisasi rutin anak di Provinsi Gorontalo tahun 2021 hanya mencapai 81,0 persen dari target 95 persen imunisasi lengkap. Selain difteri, di Kabupaten Gorontalo Utara juga ditemukan satu kasus campak.

“Bersama – sama dengan Dinas Kesehatan kita akan menyelesaikan Kejadian Luar Biasa (KLB) ini. Kita targetkan semoga 2023 kita sudah bebas. Intinya kita akan bergerak cepat untuk menangani penyakit ini,” katanya menandaskan. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar