Senin, 13 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TPI-Pasar Sentral Bebas Boraks

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 23 Maret 2017 | 11:47 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO – Hargo.co.id Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) penggunaan zat kimia berbahaya untuk bahan pangan di dua lokasi masing-masing Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pasar Sentral Kota Gorontalo, kemarin, Rabu (22/3).

“Empat bulan lalu, kami sempat menyita mie yang mengandung boraks. Tapi Alhamdulillah pada hari ini (kemarin,red), mie yang semerek dengan yang kita sita lalu sudah aman dan tidak lagi mengandung boraks dan zat berbahaya lainnya,” ungkap Kepala BPOM Gorontalo, Sukriadi Darma usai sidak, kemarin.

BACA  Lima Orang Terduga Pencuri Barang Elektronik di Sekolah Diamankan Polisi

Di TPI Kota Gorontalo, sedikitnya 10 jenis ikan dan ayam yang dilakukan uji sampel menggunakan mobil laboratorium keliling. Hasilnya pun negatif dan tidak menunjukkan adanya bahan berbahaya.

Setelah di TPI, BPOM pun menuju pasar sentral Kota Gorontalo. Disini, ada tujuh sampel makanan yang diuji, diantaranya ikan kering/ikan garam, mie hingga cakalang fufu. Lagi-lagi setelah melakukan uji sampel, semuanya dinyatakan negatif dan bebas dari zat-zat yang berbahaya.

BACA  Tim Resmob Gabungan Ringkus Seorang Terduga Bandar Judi Togel di Pohuwato

Kepala BPOM Gorontalo, Sukriadi Darma, mengatakan, sidak yang rutin dilaksanakan itu merupakan salah satu bentuk pengawasan makanan yang dikonsumsi masyarakat, “Sesuai dengan slogan kita “Hadir Melayani dan Melindungi Masyarakat”.

kita melakukan program rutin melakukan pemeriksaan dan pengawasan di tiap tempat yang didatangi masyarakat untuk membeli bahan konsumsi baik obat maupun makanan,” katanya.

BACA  Komnas HAM Desak Polisi Penyiksa Tahanan Ditindak Pidana

Ditambahkannya, alasan melakukan uji sampel di TPI dan pasar sentral Kota Gorontalo karena kuatir adanya pemakaian formalin untuk mengawetkan ikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kita patut bersyukur karena masyarakat Gorontalo sudah menyadari bahaya dan sanksi yang diberikan jika terbukti menggunakan bahan berbahaya dalam makanan,” pungkasnya.(tr-49/hg)


Komentar