Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tradisi Kelulusan yang Fatal, Dari Konvoi Hingga Pesta Miras

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 4 Mei 2018 | 15:42 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id  – Ada tradisi kurang baik setiapkali pengumuman kelulusan SMA/sederajat yang terjadi selama ini. Selain melakukan aksi coret seragam yang seakan menjadi ritual wajib begitu mengatahui kelulusan, konvoi di jalan raya menggunakan sepeda motor juga seakan tak bisa dilepaskan dari euforia para siswa. Di Gorontalo, mereka yang konvoi justeru disirami dengan air got atau bahkan pelumas bekas. Kondisi ini tidak saja membuat celaka para siswa, tapi juga berdampak buruk bagi pengguna jalan lain, sebab jalan menjadi licin dan kotor.

Lebih ironi lagi, sebagian para lulusan SMA ini meluapkan kegembiraan kelulusan mereka dengan melakukan pesta minuman keras dan ngelem ehabond.  Seperti pada pengumuman kelulusan SMA, kamis (3/5) kemarin. Sejumlah lulusan SMA di Kabupaten Gorontalo diamankan Polisi.

Mereka tidak saja pesta Miras, tapi juga membuat keribuan yang meresahkan warga di sekitar kantor Bupati Gorontalo. Pantauan Gorontalo Post, kemarin, para siswa yang tergabung dari beberapa sekolah di Kabupaten Gorontalo itu, berkumpul di depan rumah adat Kabupaten Gorontalo atau tepat di depan Kantor Bupati usai menerima pengumuman, petang kemarin.

Siswa yang sebagian besar laki-laki itu, berkumpul di tengah jalan sambil berteriak-teriak. Para pengendara yang lewat pun sesekali tersulut amarahnya akibat perbuatan para siswa tersebut. Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan langsung membubarkan keramaian itu. Alhasil, polisi menemukan delapan botol miras jenis pinaraci. Bahkan ada seorang siswa yang ditemukan membawa lem di bagasi motornya.

Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP. Omizon Eka Putra yang memimpin operasi tersebut mengatakan, selebrasi yang dilakukan siswa-siswi itu merupakan suatu tanda-tanda akan terjadi kejahatan. “Kami melakukan tindakan preventif atau pencegahan. Dengan masa yang begitu banyak, takutnya ada keributan, apalagi lokasinya tepat berada di wilayah perkantoran,” ungkap Omizon.

Di Kota Gorontalo, aksi konvoi dilakukan para lulusan dengan keliling kota. Konvoi yang mengganggu arus lalu lintas itu, disambut warga dengan melemparkan pelumas bekas pada kerumunan konvoi. Bagi yang tidak bisa menghindar,pasti akan bermandikan oli, sementara jalan menjadi licin dan bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lainya.

Sementara itu, pantauan Gorontalo Post di sejumlah sekolah, sekira pukul jam 16.00 Wita, para siswa mulai berkumpul di sekolah masing-masing, seperti halnya SMKN 4 Gorontalo para siswa mulai berkumpul di tengah halaman untuk menerima hasil pengumuman yang diumumkan via online.

Kendati dilakukan via online, tapi mereka tetap datang ke sekolah. . Kepada Gorontalo Post, Adriyanto Tatengkeng, mengungkapkan menanti pengumuman bersama teman-temanya tidak begitu tegang, ketimbang harus menunggu di rumah sendiri melalui online. Di sekolah ini, terdapat 112 siswa peserta Unas. Mereka seluruhnya lulus.

Sementara itu di SMAN 4 Gorontalo sebanyak 161 peserta didiknya lulus 100 persen. Plt. Kepala SMAN 4 Gorontalo Nurmata Koem mengatakan bahwa kesulitan UNBK tahun ini disebabkan adanya kenaikan tingkat kesulitan soal UNBK. Sehingga peserta didik dipaksa lebih maksimal dalam menjawab soal-soal UNBK. “Allhamdulillah lulus semua.

Kekhawatiran kami akan adanya kenaikan tingkat kesulitan soal UNBK tidak menjadi masalah,”katanya. Nurmata Koem mengklaim, meski ada beberapa siswa yang masih melakukan coret-coret, tetapi ketika pulang ke rumah masih di dampingi orang tua mereka. “Itu seragam yang dicoret sudah memang mereka siapkan. Sementara untuk seragam yang bagus itu mereka sumbangkan kepada adik-adik mereka yang membutuhkan seragam untuk melanjutkan pendidikan,” terang Nurmata. (tr-58/tr-62/ndi/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar