Rabu, 14 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tragedi Kebun Jagung: Hasil Otopsi, Salah Satu Tulang Rusuk Korban Patah

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 6 Januari 2020 | 23:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Penyebab kematian Basri Kandipa (30) yang ditemukan pada salah satu kebun jagung di Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo (Kabgor), kini mulai tersingkap. Melalui konferensi pers yang digelar Polres Gorontalo, terungkap jika hasil otopsi salah satu tulang rusuk korban patah.

Informasi yang berhasil dihimpun, konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gorontalo, AKBP. Ade Permana, Senin (06/01/2020). Konferensi pers sendiri ini terkait dengan terkait pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi di Limboto Barat.

Menurut AKBP. Ade Permana, sehari sebelum ditemukan korban di kebun jagung, telah terjadi perkelahian antara korban dan iparnya yang berinisial EU. Lokasinya tak jauh dari rumah korban di Limboto Barat.

BACA  Meresahkan Warga, Pelaku Pocong Palsu Akhirnya Ditangkap

“Kami langsung melakukan otopsi dan hasilnya ditemukan penyebab kematian korban. Hasilotopsi menujukan bahwa kematian korban disebabkan karena salh satu tulang rusuk patah dan menusuk lambung,” ungkap AKBP. Ade Permana dalam konferensi persnya.

Baca Juga: Abang Bentor Ditemukan Membusuk di Kebun Jagung

Masih pada kesempatan tersebut, AKBP. Ade Permana menjelaskan bahwa Basri Kandipa (korban) merupakan ipar dari tersangka UE. Kejadian ini bermula saat korban terlibat cek-cok dengan tersangka. Itu terjadi pada malam tahun baru.

“Pada pukul 02.30 atau pada malam tahun baru, ada perayaan tahun baru dekat kediaman korban. Perayaan itu dengan menikmati minuman keras jenis cap tikus. Ini berlangsung hingga pukul 08.00 pagi,” jelas AKBP. Ade Permana.

BACA  Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 

Lanjut katanya, tersangka saat itu ikut gabung, yang diikuti korban. Tepat pukul 08.00 Wita, korban mengajak tersangka kembali ke rumah. Hanya saja, tersangka menolak karena masih ingin menikmati perayaan itu sambil berjoget.

“Saat itu, terjadi perkelahian dan membuat tersangka terjatuh. Namun, tersangka dan korban telah memutuskan berdamai lalu pulang sama-sama kembali ke rumah,” sambungnya.

Baca Juga: Eksekutor Mayat di Kebun Jagung, Diduga Ipar Sendiri

Hanya saja, menurut Mantan Kapolres Boalemo ini, sesampainya di rumah, keduanya kembali bertikai. Tersangka saat itu, jatuh dan terbentur di lantai. Meskipun demikian, tersangka masih sempat menendang sebelum korban melarikan diri.

BACA  Lagi, Polres Gorontalo Kota Amankan Ratusan Liter Cap Tikus

“Tersangka sempat mencari korban namun tak berhasil. Bahkan mencoba menghubungi lewat SMS dan telepon berkali kali namun tak ada tanggapan balik dari korban,” kata AKBP. Ade Permana.

Korban ditemukan sehari setelah perkelahian itu yakni pada Kamis (02/01/2020) pukul 17.30 Wita oleh warga setempat  dalam keadaan tak bernyawa. Atas perbuatanya, tersangka terancam dengan hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan pasal 338 subsider 351 ayat 3 akan tetapi semua keputusan dari pengadilan. (vyr/hg)


Komentar