Senin, 26 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tragedi Pembunuhan di Salon Santi, Dua Bayi Kembar Bakal Terlantar

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 3 Oktober 2019 | 12:37 WITA Tag: , , , , , ,
  Penyidik Polres Gorontalo Kota, Bripka Syairulan A. Radjak,SH saat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan OT alias Oyong (Tengah) yang didampingi penasehat hukum, Romy Pakaya,SH. (F. Zulkifli Tampolo/ Hargo.co.id)


Hargo.co.id, GORONTALO – Tragedi pembunuhan yang terjadi di jalan Brigjen Amir Piola Isa, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, menyisahkan kisah sedih.

Pasalnya, tersangka OT alias Oyong (32), warga Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango yang merupakan suami dari korban pembunuhan sang istri, Rosita Hulalata (25), ternyata memiliki dua bayi kembar, laki-laki dan perempuan. Dua bayi yang dilahirkan tepat pada 22 Mei 2019 lalu, kini tak memiliki ibu dan ayahnya harus mendekam dalam penjara akibat perbuatannya sendiri.

Saat didampingi Penasehat Hukum, Romy Pakaya,SH, OT alias Oyong tak bisa menahan air matanya. Dengang suara sedikit parau, Oyong mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Ini dikarenakan, istri yang dicintainya kini sudah meninggal dunia dan dua anaknya yang masih bayi harus hidup tanpa ibu dan ayah.

BACA  Pengemudi Ngantuk, Mobil Mini Bus Hantam Pohon di Tepi Jalan

“Dua bayi saya itu, sejak Juli 2019 sudah saya titipkan ke pengasuh anak yang berdekatan dengan tempat kos saya yang ada di Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Pengasuh tersebut saya berikan upah sebesar Rp 1 juta per bulan,” ungkapnya.

Lanjut kata Oyong, dirinya pasti akan sangat merindukan istri dan dua bayi kecil. Biasanya kata Oyong, dirinya sering makan bersama istri setiap harinya dengan cara saling menyuapi. Tak hanya itu saja, dirinya pun akan rindu dengan mengantar susu kepada dua bayinya yang dijaga oleh Pengasuh.

BACA  Wartawan Sepakat Boikot Rilis dari Polda Gorontalo

“Saya sangat menyesal atas perbuatan saya. Saya sayang sekali istri saya. Semua saya sudah berikan, bahkan saya rela meninggalkan istri pertama saya, sehingga saya diceraikan oleh istri pertama. Namun, istri saya saat ini melanggar janjinya yakni tidak akan bekerja lagi atau mendatangi Salon Santi,” terangnya sambil meneteskan air mata, mengingat apa yang telah dia lakukan.

Sementara itu, Penasehat Hukum tersangka, Romy Pakaya,SH ketika diwawancarai mengatakan, dirinya masih akan menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Meski demikian, kasus ini murni penganiayaan yang mengakibatkan melayangnya nyawa seseorang atau pembunuhan. Hal itu dikarenakan sakit hati terhadap korban yang tak lain adalah istrinya.

BACA  Gara-gara Pandemi Covid-19, UMP Gorontalo Berpotensi Turun

“Jadi, sebilah pisau badik dan juga samurai, dibawa oleh tersangka untuk menjaga diri di lokasi tambang. Sebagai suami yang baik, ketika tersangka hendak berangkat ke lokasi tambang pada malam hari, maka dirinya pun mencari istrinya yang seharian tidak berada di rumah dan mengaku berada di rumah kakeknya yang ada di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Namun kenyataannya, korban berada di Salon Santi, sehingga tersangka sakit hati dibalut emosi, langsung membunuhnya. Pada dasarnya, saya akan mendampingi tersangka dan akan mengikuti proses pemeriksaan hingga akhir,” pungkasnya. (kif/hg)


Komentar