Minggu, 5 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tragedi Pompom

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Rabu, 24 November 2021 | 10:05 AM Tag: , , ,
  Tragedi Pompom - DI'SWay

Oleh : Dahlan Iskan

GRUP pompom nenek-nenek ini berduka berat. Juga kita semua. Anda sudah tahu peristiwanya: nenek-nenek tua itu lagi dansa. Di jalan raya. Bergembira ria.

Mereka berpakaian pompom  –yang tidak kalah jreng dengan pompom girl.

Mereka lagi ikut parade meriah di kota tetangga: Waukesha. Yakni kota kecil yang menempel di kota besar Milwaukee. Letaknya 1,5 jam naik sepeda Wdnsdy dari pinggir ”pantai” danau Michigan.

Tiba-tiba saja, sebuah mobil merah, Ford Escape, melaju kencang menerobos parade itu: menyasar siapa saja yang berparade di jalan utama kota Waukesha.

Lima orang tewas. Lebih banyak lagi yang luka-luka: 48 orang.

Empat dari lima yang meninggal itu adalah anggota pompom grandma. Salah satunya: Wilhelm Hospel. Umur, 81 tahun. Yang lain berumur 79 tahun, 71 tahun. Dua lainnya berumur 52 tahun –golongan neli.

Nama grup itu: Milwaukee Dancing Grannies. Itulah kumpulan wanita yang ingin terus bahagia gembira sampai tua meninggal dunia.

Di mana pun ada parade, mereka berusaha pergi ke kota itu. Show. Menari. Dansa. Sepanjang rute.

Dalam setahun mereka bisa tampil 25 kali. Banyak kali pula memenangkan trofi. Kalau lagi tidak ada show, mereka tetap kumpul: latihan. Sambil  menikmati dansa sesama  anggota. Seminggu sekali.

Kok ada yang masih berumur 52 tahun?

Sejak didirikan di tahun 1984, persyaratan menjadi anggotanya memang tidak membatasi umur. Yang penting sudah punya cucu. Ummi Hilal pun, teman semua komentator Disway itu, bisa menjadi anggota –kalau saja tinggal di sana.

Salah satu yang meninggal itu sebenarnya tidak ingin ikut parade. Dia merasa tidak fit. Tapi tim itu kurang satu –bisa dicoret oleh panitia: tidak memenuhi syarat minimal kelompok peserta parade. Maka dia pun terpaksa ikut. Hanya bertugas memegang banner.

Teroris?

“Bukan. Ini tidak membahayakan keadaan selanjutnya,” ujar polisi setempat, seperti disiarkan banyak media di sana.

Pelakunya hanya satu orang:

Darrell Brooks Jr.

Umur, 39 tahun.

Seorang penyanyi rap tingkat lokal.

Nama grupnya: MathBoi Fly.

Mobil merah itu pernah terlihat di salah satu foto terkait dengan show musik grup Darrell.

Sore itu Darrell baru saja bertengkar dengan istrinya. Atau orang lain di rumahnya. Media di sana masih berspekulasi dengan siapa ia bertengkar di rumah itu. Ia langsung naik mobil, ngebut, memasuki area parade, menyasar siapa saja yang di keramaian itu.

Di Amerika hari-hari ini memang penuh parade. Di mana-mana. Itulah parade hari besar Thanksgiving. Yang jatuh pada setiap Kamis minggu keempat bulan November. Tahun ini jatuh di tanggal 25 November besok.

Banyak parade yang sekaligus dimaksudkan untuk menyambut hari Natal. Terutama di kota kecil seperti di Waukesha itu: Christmas Holiday Parade Sunday. Karena itu paradenya lebih awal: hari Minggu kemarin.

Yang paling istimewa tentu di New York. Nanti sore balon-balon raksasa dipompa. Balon itu berbentuk aneka tokoh film kartun. Yang akan diarak di sepanjang rute. Pemompaan ini saja sudah jadi tontonan turun.

Belum lagi Kamis keesokan harinya: itulah puncak parade Thanksgiving. Berbagai atraksi spektakuler tampil di jalan raya. Kakek Mirza pasti sering menontonnya secara langsung. Saya baru sekali. Terkagum-kagum. Serba spektakuler. Sambil ingat karnaval di desa saya. Yang dulu selalu saya ikuti. Setiap tahun baru 1 Muharam. Hanya pakai sarung dan kopiah.

Tahun lalu, di puncak pandemi Covid-19, parade di New York itu tetap dilaksanakan: secara virtual. Untuk kali yang pertama dalam sejarahnya.

Tahun ini, Kamis besok, jadi ajang balas dendam: dibuat sangat meriah. Bisa dilihat secara live.

Tahun ini liburan Thanksgiving, satu minggu, juga jadi ajang balas dendam: mudik. Jalan-jalan raya ke luar kota besar padat merayap. Si sana bebas. Mudik boleh. Pulang kampung tidak dilarang.

Mereka akan pesta di rumah orang tua masing-masing. Menu utamanya: kalkun panggang. Saya pernah sekali ikut pesta seperti itu di sebuah rumah tangga di sebuah desa di New Jersey.

Setelah makan, yang wanita tetap ngerumpi di sekitar meja makan. Yang laki-laki nonton football.

Orang Waukesha –nama kota ini diambil dari nama kepala suku Indian yang menghuni wilayah itu sebelum tahun 1834– tentu akan melewati hari Thanksgiving dengan penuh duka.

Kota ini hanya berpenduduk 90.000 orang. Biasanya sangat damai. Mayoritas penduduknya Katolik.

Dari fotonya, pengemudi mobil merah itu, bukan keturunan Arab. Ia seorang kulit hitam. Tatanan rambutnya: banyak kepang.

Menyasar parade ini adalah puncak kenakalannya. Ia sudah sering berbuat onar: mengetuk pintu kamar hotel, menabrak orang dari belakang, melakukan kekerasan, dan sejenisnya.

Seminggu sebelum parade ini pun ia baru dibebaskan dari perbuatan kriminal dengan cara membayar uang jaminan.

Berkali-kali ia ditangkap polisi. Selalu saja bebas karena uang jaminan. Kali ini tidak akan ada lagi uang jaminan seperti itu. Ia menghadapi ancaman hukuman seumur hidup.

Sulit mencari tahu apa motif Darrell menyasar parade itu. Tidak ada orang yang ia kenal di situ. Darrell juga bukan aktivis pembela kulit hitam. Terlalu dicari-cari kalau dihubungkan dengan vonis bebas untuk remaja kulit putih yang terjadi sehari sebelumnya.

Kyle Rittenhouse, remaja 17 tahun itu, menembak tiga orang kulit hitam –dua meninggal dunia– di kota kecil Kenosha tahun lalu.

Kota Waukesha dan Kenosha hanya berjarak 1 jam dengan mobil. Sama-sama di negara bagian Wisconsin. Dewan yuri menyatakan Rittenhouse tidak bersalah. Ia menembak untuk membela diri.

Vonis bebas itu memang menimbulkan reaksi keras di kalangan kulit hitam. Rittenhouse sendiri bukan orang Kenosha. Ia dari negara bagian Illinois, tapi berdekatan dengan Kenosha.

Saat itu di Kenosha lagi terjadi demo besar-besaran orang kulit hitam. Juga di kota-kota lain di Amerika. Mereka minta keadilan atas terbunuhnya beberapa orang kulit hitam di tangan polisi.

Remaja tadi berangkat ke Kenosha. Melintasi perbatasan negara bagian. Ia membawa senjata. Ia ingin membela orang kulit putih yang ia anggap terancam kerusuhan.

Kini Rittenhouse berumur 18 tahun. Ganteng. Setelah bebas ia diwawancarai Fox News: “Saya bukan rasialis. Saya mendukung gerakan Black Live Matters,” katanya.

Sidang pengadilan kasus terbunuhnya Ahmaud Arbery juga menjelang putusan. Di Georgia. Tiga terdakwanya kulit putih. Mereka memepet Arbery yang lagi jogging dengan mobil mereka. Lalu Arbery ditembak mati. Alasannya: Arbery membahayakan nyawa mereka.

Masyarakat kulit hitam was-was. Dari 12 dewan juri hanya satu yang kulit hitam. Minggu depan dewan juri akan memutuskan: tiga orang itu bersalah atau tidak.

Mungkin pembunuhan nenek-nenek pedansa di parade itu tidak berhubungan dengan dua persidangan itu. Tapi bagaimana bisa bukan teroris, tidak mabuk, tidak dendam bisa menyasarkan mobil ke parade.

Kalau saja mereka orang Jawa pasti akan ada yang bilang: untung yang meninggal hanya lima.

Saya tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya. Parade yang begitu meriah diakhiri di tengah jalan dengan tragedi yang sulit dimengerti. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul Tol Memelas

Reza Meifia Fitra
saya lebih setuju dugaan awal bah. tarif tol untuk angkutan barang lebih mahal. usul saya tarif tol hanya 2 golongan saja. golongan 1 (paling murah) untuk angkutan barang untuk semua jenis kendaraan dan bus umum) dan golongan 2 (2x lipat golongan 1 ) untuk mobil pribadi dan bus pariwisata. angkutan barang dan bus umum akan lebih memilih tol dengan tarif lebih murah . Saya yakin kendaraan ODOL pasti tahu diri untuk masuk tol bila medan jalan tol berat mobil pribadi dan bus pariwisata tetap akan masuk tol meski lebih mahal guna mendapatkan kecepatan waktu.

Agung Yogisworo
Lebih memelas lagi orang2 yang tinggal di Kaltim, sbg contoh jalan provinsi Bontang-Samarinda kondisinya nggak pernah baik selalu rusak. Padahal Jalan tersebut menghubungkan banyak daerah spt kab Kutim dan provinsi Kaltara. Banyak Indriani Petrokimia dan tambang disana, berapa trilyunan rupiah tiap tahunnya disetor dari daerah tersebut. Tolong Abah untuk diviralkan

Mr. De
Saya pernah menanyakan ke temen yg bekerja di perusahaan ekspedisi spt itu. Yg bisa saya simpulkan, bukan soal upahnya, tp soal kompetisi di lapangan. Pelanggan lama-lama akan kabur jika muatannya harus diangkut untuk beberapa kali jalan. Karena selisihnya jelas banyak. Untuk itu, temen saya tsb terpaksa mengakomodir keinginan pelanggannya meskipun bs merugikan dia sendiri dan orang banyak. Memang butuh bersama-bersama dlm membenahi semua ini. Semoga segera kita temukan solusi yg dpt menguntungkan semua pihak.

Pedro LINCALINCI
KORUPTOR, menggunakan “jurus” dua²nya, MERAMPOK dan MENGEMIS. Merampok uang rakyat di awal, dan kalau “keciduk” akan mengemis kepada Majlis Hakim yg mengadilinya àgar dipidana seringan ringanya. Hadeuh…

NUR BAYAN
Dalam hal jalan tembus kabupaten Magetan sudah selangkah lebih maju, terutama Magetan-Karanganyar , dan jalan tembus itu dibangun sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, dimasa bupati Saleh Mulyono ( sekarang sudah alm ), kerjasama  dengan bupati Karanganyar yg seorang perempuan,,   walaupun pada masa itu sempat  menimbulkan pro  kontra dan ada yg mengkasuskan ( mungkin karena masalah politik ), dan sekarang terbukti  banyak yang terbantu dengan adanya jalan tembus tersebut, ditambah lagi pemandangan kiri kanan jalan yg indah dan sejuk semakin banyak yang memilih lewat jalan ini, terima kasih untuk keduanya, dan Al-Fatehah untuk alm pak Saleh

Juve Zhang
Kalimantan adalah PSK cantik yg diperas terus cari duit oleh Muncikari nya. Dulu Raja Hutan, sekarang Raja Batubara dan Raja Sawit sbg Muncikari. Datanglah Pahlawan Jenius Ir.Jokowi menjadi kan Kalimantan Ibukota.semoga PSK Kalimantan bahagia di hari tuanya bersama Ir.Jokowi.

Gliss AE
Kalimantan sebagai pulau terluas ke-3  di Dunia, calon Ibu Kota Indonesia, hanya punya TOL BALSAM (Balikpapan – Samarinda) ini masih kurang pedas, seharusnya TOL SAMBAL PEDAS ( Samarinda-Balikpapan-Penajam dan Samboja). Untuk jalan Propinsi antara Kaltim – Kaltara, Kaltim – Kalsel, Kaltim – Kalteng seperti apa kondisinya Anda Sudah Tahu.  #Indonesia Bagian Pinggir

Panggiring At Alasroban
TOL Semarang ~ Demak itu beritanya sekalian sebagai tanggul laut. Lha tapi kenapa sampe Sayung TOLnya belok ke sebelah selatan pantura? Harusnya kalau sebagai tanggul laut ya lurus saja sampe sebelah utara Demak. Jadi desa-desa pesisir utara Demak yang terancam musnah oleh abrasi itu ikut terlindungi.

Sadewa
Faktanya : ODOL tidak boleh lewat Toll Bener juga sih kalau gitu semua kendaraan adalah ODOL ODOL = Oraono Duit Oraiso Lewat

Bapaknya Kembar
Kalau saya cuma seneng aja lihat alat berat proyek KCIC warnanya merah, ga kuning seperti biasanya mereknya kaya lagu SANY, tulisan di alat beratnya kaya di petunjuk minyak angin cap Lang lalu pekerjanya ngomong kaya di film Kungfu, serasa bukan di Indonesia

Nikimito Hardjosoeprapto
Saya pernah nyasar saat perjalanan dari Kajen, Pati. Tujuannya pulang ke Gresik lewat Rembang. Teman saya yang nyopir. Dia ngotot belok kanan, padahal seharusnya kiri. Alasannya menghindar macet pantura. Ya sudahlah bukan saya sopirnya. Awalnya jalan aspal mulus, banyak kampung. Berikutnya mulai sepi karena masuk hutan jati jalannya pun makadam. Teman saya mulai gelisah dan beberapa kali berhenti untuk pipis di pinggir jalan, karena sama sekali tidak bertemu kendaraan lain. Saya diam saja di dlm mobil, karena taruhannya begitu: resiko ditanggung sopir. Setelah beberapa jam blusukan dalam hutan dengan keringat dingin, mulailah ketemu perkampungan dan berakhir di sebuah pasar, sekali gus ada jalan protokol. Ternyata itu adalah pasar Ngawen kabupaten Blora.

munawir syadzali
Rumah sy di Demak, kerja di Semarang. 2 hari sekali pulang. Semarang-Demak memang mengerikan. Apalagi musim penghabisan anggaran spt sekarang. Saat ini semua jalan Semarang – Demak, Demak – Semarang yg masih beraspal, di bongkar, ganti semua jd beton. macetnya ampun ampunan. Hampir tiap tahun di jalur itu ada pembangunan, kena rob tinggikan, kena lg tinggikan lg, kayak buang2 duit saja, gtu kalo musim hujan masih kebanjiran. Jd musim ketigo macet pembangunan, musim udan macet kebanjiran. Paringi suabar. Mugi2 Tole jd solusi. Itu kawasan jd gantungan hidup jutaan orang. Krn ada buanyak kawasan industri dstu. Kalo robnya gag diatasi, 10 tahun lg akan jd laut

Anak Alay .
Lhoh . .. .  ini terjadi kesalah-pahaman parah ini . .. .  skarang itu lewat tol di beberapa ruas tol terutama nyang panjang²  jugak gratis tis . .. . pas kluar gerbang tol baru mbayar  , klo mo gratis ya kagak usah kluar  . .. .  di dalem tol ajah terus

Muhammad Zubir
Rakaat di desa memelas kpd kepala desa. Kepala desa memelas kpd bupati. Bupati memelas kpd gubernur. Gubernur memelas kpd menteri. Menteri memelas kpd presiden. Presiden memelas kpd rakyat??

Amat
Memelas: satu cara untuk mendapatkan keinginan. Biasa dilakukan anak kecil klo minta sesuatu ke ortunya. Klo gak mempan, menangis. Klo gak mempan, mengamuk. Klo gak mempan lagi, keluarkn jurus tutup mulut, diam mengurung diri di kamar, mogok makan. Klo masih gak mempan juga, berarti bukan anaknya. Dia salah minta.

Ngomong-ngomong lubang. Saya teringat curhatan para sopir. Biasanya tertulis di bak truk, “Menikmati jalan berlubang tak senikmat lubang berjalan”.

Parikesit
***  Di tengah belum layaknya kondisi infra struktur jalan non-toll, kami yang di Riau masih harus berterima kasih kepada pemerintah sekarang. Mampu menjaga harga sawit, dalam suasana boikot uni eropa, bahkan menyentuh ATH (All Time High) tertinggi sepanjang masa.Tembus 3000 IDR per kg. Bahkan lebih. Walaupun harga pupuk juga terkerek naik.Salam.Rahayu.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar