Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tragedi Takraw Berdarah! Warga Bongomeme Ini Tewas Kena Lima Tikaman

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 10 Agustus 2017 | 09:48 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Suasana semarak semifinal sepak takraw di Desa Molopatodu, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo mendadak menjadi ketegangan, Rabu (9/8) malam pukul 22.00 wita. Ratusan warga yang sebelumnya ramai dengan yel-yel dukungan, kocar-kacir. Sejumlah remaja putri dan ibu-ibu berlarian meninggalkan lokasi pertandingan.

Ketegangan para warga itu terjadi seiring peristiwa penikaman di lokasi seminal sepak takraw di Desa Molopatodu, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Seorang warga Desa Molopatodu bernama Azis Umar meregang nyawa setelah diduga ditikam oleh IA alias Ithon warga Desa Upomela, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Hingga berita ini dilansir dini hari tadi, belum diketahui persis motif penikaman. Saat ini Ithon masih diamankan dan menjalani pemeriksaan tertutup oleh Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo.

“Kita belum tahu persis kronologi dan motif penikaman. Kita tak ingin memberikan keterangan yang setengah-setengah. Nanti kalau sudah lengkap informasinya, akan kita jelaskan,” kata Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto,SIK.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup hargo.co.id) ada beberapa versi ihwal peritiwa berdarah itu. Versi pertama menyebutkan bila Ithon datang ke lokasi pertandingan bersama seorang rekannya yang ditengarai bernama Beni.

Saat sedang memarkirkan sepeda motornya, Ithon melihat rekannya sedang adu mulut dengan seorang warga yang menjaga lokasi parkir. Melihat rekannya cekcok, Ithon lantas beranjak menghampiri. Diduga Ithon hendak membela rekannya. Sehingga pria berusia 22 tahun itu ikut cekcok dengan warga yang menjaga parkir.

BACA  Upacara HUT ke 75 Korps Brimob Digelar Secara Virtual

Rupanya pertikaian Ithon dan warga penjaga parkir menyulut emosi warga lainnya yang sedang menyaksikan pertandingan sepak takraw. Alhasil, Ithon menjadi sasaran kemarahan warga dan dikeroyok. Selain menggunakan tinju (bogem mentah), Ithon ikut dihajar warga menggunakan batu di bagian kepala. Ia pun jatuh ke tanah. Seketika itu, Ithon lantas mencabut sebilah badik (pisau,red) yang terselip di pingangnya.

Pria yang belakangan diketahui residivis kasus penganiayaan itu, langsung mengarahkan tusukan membabi buta. Nahas, tusukan tersebut mengenai Azis yang saat itu berada di tengah kerumunan warga.

Tusukan membabi-buta itu mendarat di tubuh Azis di bagian lengan kiri dan kanan, di ketiak serta pinggang. Akibatnya, pria yang keseharian bekerja serabutan itu langsung tersungkur bersimbah darah. Ditengarai, luka yang dialami Azis cukup parah, sehingga nyawanya tak tertolong lagi. Pria berusia 27 tahun itu meninggal di lokasi kejadian.

Selain Azis, salah seorang warga bernama Erpan juga ikut mengalami luka tusuk di bagian perut. Beruntung, Erpan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA  SK Pemberhentian Sementara Bupati Boalemo Diserahkan Wagub

Versi lainnya menyebutkan, peristiwa bermula ketika dua kelompok suporter saling adu yel-yel. Lambat laun, hal itu memicu tensi emosi kedua kubu. Hingga akhirnya kedua kubu suporter terlibat cekcok.

Suasana pertandingan menjadi ricuh. Melihat hal itu, Azis lantas beranjak menuju ke lokasi pertandingan yang hanya berjarak beberapa meter dari depan rumahnya. Setibanya di lokasi ia melihat salah seorang rekannya hendak dikeroyok sejumlah warga. Ia pun bermaksud melerai.

Tapi ternyata niat baiknya itu malah menjadi petaka. Saat akan melerai, Azis justru menjadi sasaran emosi sejumlah suporter termasuk di dalamnya Ithon. Ia diduga dikeroyok hingga terjatuh ke tanah. Sementara rekannya langsung lari menyelamatkan diri.

Pada saat terjatuh ke tanah, Ithon lantas mencabut dan mengarahkan tusukan ke tubuh Azis. Perkelahian tak seimbang itu membuat pria beranak lima itu mengalami luka parah. Yaitu dua luka tusuk di bagian lengan kiri, satu luka tusuk di lengak kanan, luka tusuk di bawah ketiak kanan serta luka tusuk di bagian pinggang. Azis pun meregang nyawa diduga karena mengalami pendarahan hebat.

BACA  Gairahkan Kembali Pariwisata, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Versi ketiga menyebutkan bila, sebelum perlombaan dimulai Ithon dan Azis sama-sama menunggu pengundian yang diselenggarakan oleh panitia pertandingan sepak takraw. Di saat sedang menantikan pengundian, Ithon berteria-teriak ke panitia untuk meminta undiannya. Langkah Ithon itu ditegur oleh Azis.

Rupanya Ithon emosi akan tindakan Azis tersebut. Sehingga keduanya cekcok. Pada saat cekcok, Ithon lantas mencabut badik yang terselip di pinggangnya. Ia pun menghujamkan ke arah tubuh Azis.

Azis berusaha menghindar, tapi upayanya itu tak banyak membuahkan hasil. Ia malah dihujani tikaman oleh Ithon. Rekan Azis, Erpan yang berada di lokasi berupaya memberi pertolongan. Namun, ia juga ikut terkena tikaman. Sehingga saat itu pula Erpan berupaya menyelamatkan diri.

Di sisi lain, pasca kejadian petugas pengamanan dari Polres Gorontalo dan Brimob Gorontalo diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi. Azis yang diduga tewas dilokasi kejadian langsung dilarikan ke RS MM Dunda Limboto yang kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe. Hingga dinihari tadi, Azis masih disemayamkan di ruang jenazah RS Aloe Saboe. Rencananya, hari ini sebelum dimakamkan, masih akan dilakukan autopsi. (tim/hg)


Komentar