Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tugas Sekolah Menumpuk, Siswi di Gowa Bunuh Diri

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar dari Timur , pada Senin, 19 Oktober 2020 | 15:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi anak depresi/ Foto: thinkstock


Hargo.co.id, GOWA – Siswi SMA berinisial MI dilaporkan tewas bunuh diri pada Sabtu (17/10) pekan lalu akibat tugas yang menumpuk dari sekolahnya. Hal ini pun membuat semakin mirisnya dunia pendidikan di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti pun turut berduka atas kejadian tersebut. Kejadian ini adalah yang kedua kalinya setelah kasus seorang ibu membunuh anaknya hanya karena sang anak sulit memahami materi sekolah online.

BACA  4 Hari Hilang, Pendaki Ditemukan Selamat Sedang Bersandar di Pohon

“KPAI menyampaikan duka mendalam atas meninggalkan seorang siswi di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, yang diduga depresi karena kesulitan belajar daring,” ujarnya sebagaimana dilansir JawaPos.com, Senin (19/10).

Pihaknya pun mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian untuk mengusut tuntas asal muasal penyebab bunuh diri MI. Salah satu bukti kuat bunuh diri akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini adalah korban yang sering bercerita mengenai sulitnya akses internet di rumahnya.

BACA  Periksa Kondisi Mobil yang Mogok, Empat Anggota TNI Diserang KKB

“Korban kerap bercerita pada teman-temannya perihal sulitnya akses internet di kampungnya, yang menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk. Rumah korban memang secara geografis berada di wilayah pegunungan, sehingga akses sinyal sulit,” ucapnya.

Saat ini, Polres Gowa masih mendalami apakah ada motif lain, disamping permasalahan PJJ secara daring dan beratnya tugas-tugas yang harus diselesaikan anak korban. Menurut dia, hal ini penting diungkap, karena jika terbukti motif bunuh diri karena masalah kendala PJJ, maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari PJJ.

BACA  Diserang OTK, Prada AYA Tewas, Praka A Kritis

“Khususnya di kabupaten Gowa oleh Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya, kalau SMA/SMK berarti menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkas dia.(ba/sz/jawapos/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Siswi Bunuh Diri Karena Tugas Numpuk, KPAI: Evaluasi Disdik dan Pemda!“. Pada edisi Senin, 19 Oktober 2020.

Komentar