Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tujuh Atlet IESPA Siap Bersaing di IESF World Championship 2020

Oleh Deice Pomalingo , dalam Ragam , pada Kamis, 13 Agustus 2020 | 23:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak tujuh atlet Indonesia e-Sport Association (IESPA) siap bersaing di Internasional e-Sport Federation (IESF) World Championship 2020. Ini setelah IESPA telah menyelesaikan proses entry by number untuk ajang single event.

“IESPA telah selesai melakukan entry by number yang merupakan proses yang lazim dilakukan oleh sebuah induk organisasi cabang olahraga ketika akan berlaga pada single event. Nantinya ada 7 atlet IESPA akan siap bersaing di IESF world championship 2020,” ujar ketua Pengurus Daerah (Pengda) IESPA Provinsi Gorontalo, Jayusdi Rivai ketika berbincang dengan awak media.

Tujuh atlet yang akan berlaga nanti akan mengambil bagian seluruh nomor yang dipertandingkan pada ajang tersebut yaitu Dota 2, e-Football PES 2020 dan Tekken 7.

BACA  Jelang HSN, BPS Gorontalo Gelar Webinar Tentang E Commerce

“Dota 2 terdiri dari 5 atlet, PES 2020 1 atlet dan Tekken 7, 1 atlet,” tambah Jayusdi.

IESPA yang merupakan induk organisasi resmi cabang olahraga e-Sports di Indonesia merupakan anggota tetap International e-Sports Federation sejak tahun 2013. Selama tujuh tahun sebagai anggota IESF, IESPA telah empat kali berpartisipasi mengirimkan atlet dan tim nasional e-Sport  ke ajang IESF World Championship yaitu pada tahun 2015, 2016, 2018, dan 2019.

BACA  Gorontalo Post Dinilai jadi Pelopor Penggunaan Bahasa Negara

 “Ajang IeSF World Championship merupakan ajang bergengsi sebagai wadah kompetisi e-Sports tertinggi di level dunia dibawah binaan federasi internasional. IESF saat ini beranggotakan 71 negara anggota sehingga World Championship tahun 2020 ini akan sangat kompetitif,” ungkap Prana Adi Sapoetra, selaku Sekjen IeSPA, melalui rilisnya.

IESF World Championship 2020 ini sendiri akan diselenggarakan di kota Eilat, Israel sebagai tuan rumah pada tanggal 6-12 Desember 2020. Normalnya pada tahun-tahun sebelumnya, setiap negara anggota berhak langsung mengirimkan delegasi ke fase Grand Final, namun dikarenakan pandemi Covid-19, maka IESF merubah format kompetisi yaitu adanya penyisihan regional berlangsung pada Oktober – November secara online dan pemenang dari masing-masing regional berhak berlaga pada Grand Final di Eilat, Israel.

BACA  Begini Cara Polres Gorontalo Kota Sosialisasi Protokol Kesehatan

Hal ini menurut rilis resmi IESF, dikarenakan untuk meminimalkan jumlah massa yang hadir pada Grand Final dalam rangka kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19. IESPA sebagai pemegang hak tunggal (sole authority) terhadap pelaksanaan kualifikasi dan seleksi nasional Timnas e-Sports untuk ajang IESF e-Sports World Championship akan berkoordinasi secara intensif dengan Kemenpora dan NOC Indonesia agar persiapan berjalan dengan lancar. (wie/hg)


Komentar