Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tunggal Putri Indonesia Diminta Tampil Lebih Berani

Oleh Aslan , dalam Sportivo , pada Sabtu, 23 September 2017 | 06:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Hasil megecewakan diraih wakil tunggal putri Indonesia di turnamen Jepang Terbuka Superseries 2017. Dua wakil Pelatnas PBSI, Fitriani dan Gregoria Mariska, kalah di babak awal. Kegagalan itu menjadi bahan evaluasi tim pelatih, yang menuntut tunggal putri Indonesia lebih tampil berani ke depannya.

Fitriani kalah di babak pertama dari Ratchanok Intanon (Thailand) dengan dua set, 20-22 dan 12-21. Sementara, Gregoria kalah di babak pertama kualifikasi, dari Pai Yu Po (Taiwan), 17-21, 21-17 dan 19-21.

“Level superseries mungkin memang masih cukup berat buat mereka. Tapi mau enggak mau mereka harus mencoba. Karena misalnya tahun depan mereka main Uber Cup, lawannya kan ya yang di sini ini. Mereka nggak bisa nanti tiba-tiba kaget kalau harus ketemu lawan. Jadi mau nggak mau memang mereka mencoba di level superseries ini. Cuma untuk menang memang masih agak berat. Paling nggak mereka bisa memberi perlawanan,” ungkap pelatih tunggal putri, Minarti Timur, dalam surat elektronik PBSI.

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

Minarti mengatakan, tunggal putri harus bisa meningkatkan keberanian di lapangan, untuk menghadapi lawan-lawannya. Selain itu, kecepatan dalam beradaptasi juga masih perlu ditingkatkan, agar mereka tak mudah tertekan oleh lawan.

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

“Mental mereka saat ini kurang berani mencoba. Kalau setelah dicoba terus nggak bisa, sebenarnya tidak apa-apa, tapi yang penting mereka harus berani buat mencoba. Pemain Jepang ya mana sih yang bagus tekniknya, hampir enggak ada. Nggak seberapa bagus. Beda dengan kita yang punya banyak variasi,” tuturnya.

“Cuma ya itu, pemain kita ngototnya masih kurang dan kurang berani main di lapangannya. Memang pasti tegang. Tapi di waktu tegangnya itu, nggak mau kalahnya itu ada. Pantang menyerahnya ada. Itu yang kurang di kita. Saya inginnya anak-anak walaupun kalah mereka sudah berusaha dengan baik dan mati-matian di lapangan,” sambung Minarti.

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

Melihat hasil pertandingan anak didiknya, Minarti pun bersiap untuk memberikan sejumlah program demi meningkatkan kualitas pemain tunggal putri Indonesia.

“Pemain kita masih harus melengkapi semua hal, dari segi mental, mindset mereka dan cara main harus seperti apa itu mereka harus tahu. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan satu cara main yang sama. Jadi mungkin harus ada dua atau tiga pola yang mereka kuasai untuk bisa mengatasi lawan yang berbeda-beda,” tandas peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 tersebut.

(ira/JPC/hg)


Komentar