Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tuntaskan Tragedi 1965 Tanpa Kata Maaf

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 18 April 2016 | 15:52 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA — Peristiwa gerakan 1965 merupakan sejarah kelam yang harus dituntaskan. Hal ini diakui oleh pemerintah, meski tegas menyatakan tak akan minta maaf atas apa yang terjadi.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah ingin menuntaskan semua kasus dugaan pelanggaran HAM, baik itu peristiwa 1965, di Papua maupun lainnya.

BACA  Antrean Haji Capai Puluhan Tahun, Menag Tiadakan Dana Talangan

“Kita ingin sebagai bangsa besar menyelesaikan sejarah kita. Ini bagian dari sejarah kelam yang harus kita tuntaskan,” kata Luhut disela-sela Simposium Nasional bertema “Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (18/4).

BACA  Kapolri Sebut Terduga Teroris di Katedral Makassar Jaringan JAD

Ia tak mempermasalahkan adanya penolakan kelompok masyarakat tertentu terhadap simposium itu. Yang pasti, Luhut menegaskan, semangat pemerintah dalam hal ini adalah untuk mencari penyelesaian menyeluruh. “Supaya tak jadi beban sejarah,” tegas purnawirawan jenderal TNI berbadan tegap ini.

BACA  Larangan Mudik Lebaran 2021 Tidak Berlaku Bagi Kelompok Ini

Dia mengatakan, penyelesaian menyeluruh itu bukan berarti pemerintah harus meminta maaf. Namun, lanjut dia, penyelesaian itu diharapkan agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.(hargo/jpnn)


Komentar