Selasa, 7 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tuntaskan Tragedi 1965 Tanpa Kata Maaf

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 18 April 2016 | 15:52 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA — Peristiwa gerakan 1965 merupakan sejarah kelam yang harus dituntaskan. Hal ini diakui oleh pemerintah, meski tegas menyatakan tak akan minta maaf atas apa yang terjadi.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah ingin menuntaskan semua kasus dugaan pelanggaran HAM, baik itu peristiwa 1965, di Papua maupun lainnya.

BACA  Pimpinan KPK Minta Naik Gaji, Ini Reaksi ICW

“Kita ingin sebagai bangsa besar menyelesaikan sejarah kita. Ini bagian dari sejarah kelam yang harus kita tuntaskan,” kata Luhut disela-sela Simposium Nasional bertema “Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (18/4).

BACA  Era Tatanan Baru, Ini Pesan Menpan-RB Terhadap ASN

Ia tak mempermasalahkan adanya penolakan kelompok masyarakat tertentu terhadap simposium itu. Yang pasti, Luhut menegaskan, semangat pemerintah dalam hal ini adalah untuk mencari penyelesaian menyeluruh. “Supaya tak jadi beban sejarah,” tegas purnawirawan jenderal TNI berbadan tegap ini.

BACA  Kabar Baik, VCO Terbukti Bisa Bunuh Virus Corona

Dia mengatakan, penyelesaian menyeluruh itu bukan berarti pemerintah harus meminta maaf. Namun, lanjut dia, penyelesaian itu diharapkan agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.(hargo/jpnn)


Komentar