Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Turki Akhiri Operasi Militer di Syria

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 31 Maret 2017 | 10:07 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Turki mengakhiri operasi militernya di Syria. Misi bertajuk Perisai Eufrat yang berlangsung sejak 24 Agustus itu resmi berakhir Rabu waktu setempat (29/3). Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengklaim misi militernya di perbatasan Turki-Syria itu sukses.

Berbeda dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang bertempur di palagan utama perang Syria, fokus Turki dalam misi militernya adalah ISIS dan pemberontak Kurdi. Karena itu, pasukan Turki terkonsentrasi di wilayah utara Syria yang menjadi sarang ISIS serta Kurdi.

”Operasi Perisai Eufrat sudah berhasil dan kini resmi berakhir. Misi militer kami berikutnya kami beri nama yang lain lagi,” kata Perdana Menteri (PM) Binali Yildirim setelah memimpin rapat Dewan Keamanan Turki. Meski mengumumkan berakhirnya misi militer Turki di Syria, dia sama sekali tidak menyinggung penarikan pasukan. Tidak jelas kapan serdadu-serdadu Turki akan pulang.

Pengumuman Ankara bahwa misi militer Turki di Syria telah berakhir itu terkesan mendadak. Sebab, sebelumnya, pemerintahan Erdogan tidak pernah menyebut-nyebut tentang hal tersebut. Bahkan, sampai bulan lalu pun militer Turki masih menargetkan Kota Manbij dan Kota Raqqa sebagai medan pertempuran selanjutnya. Tapi, rencana itu tidak pernah terlaksana.

BACA  Singapura Umumkan Nol Kasus Penularan Covid-19 Lokal untuk Pertama Kali

Dalam misi militernya di Syria, Turki sukses memenangi pertempuran di Kota Jarablus dan Kota Dabiq. Dua kota itu direbut Turki dari ISIS. Sedangkan di Kota Al Bab, Turki menderita kekalahan besar. Karena itu, ada pihak yang menyebut kekalahan Turki di Al Bab sebagai penyebab Ankara mengakhiri misinya. Tapi, ada juga yang menganggap keputusan tersebut diambil terkait referendum 16 April.

Beberapa jam setelah Ankara mengumumkan berakhirnya Operasi Perisai Eufrat, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson melawat Turki. Dia bertemu dengan Erdogan dan para petinggi pemerintahan yang lain untuk membahas hubungan bilateral AS-Turki.

BACA  Menlu Tiongkok Bertemu Menko Luhut, Bahas Dua Proyek Besar

Juga, membahas keberpihakan AS kepada Kurdi. Khususnya, gerilyawan Kurdi yang tergabung dalam Popular Protection Units (Yekineyen Parastina Gel/YPG).

AS yang menjadi pemimpin koalisi anti pemerintah dalam perang Syria memang bersekutu dengan YPG. Bahkan, militer AS juga memasok senjata YPG. Menurut Washington, YPG merupakan unit tempur yang paling efektif.

Sebaliknya, bagi Turki, YPG adalah ancaman. Maka, militer Turki berusaha keras menjauhkan YPG dari perbatasannya agar tidak membuat pemberontak Kurdi PKK semakin kuat.  (AFP/BBC/aljazeera/hep/c10/any)


Komentar