Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tutup Usia Usai Jalankan Tugas Negara

Oleh Aslan , dalam Sportivo , pada Senin, 28 Agustus 2017 | 16:15 WITA Tag: ,
  ALHAMRHUM saat masih muda sebagai pesepakbola dan nampak juga foto kenangan terakhir almarhum kala dilantik sebagai koorwil Piala Menpora U-16 oleh Kemenpora RI.


Hargo.co.id – Publik sepakbola Gorontalo kembali berduka. Mantan kiper legendaris Persidago dan Likot FC, Almarhum Muhamad Rustam Dg Passa atau akrab disapa Rum Dg Passa sabtu 26 Agustus 2017 akhir pekan kemarin meninggal dunia akibat sakit jantung yang dialaminya…

Almarhum Rum Dg Passa adalah sosok pesepakbola yang dikenal dengan sikap disiplin dan tegasnya dilapangan yang selalu dikenang semua rekan dan pesepakbola yang pernah dilatihnya usai pensiun sebagai pemain sepakbola.

Mengawali karir sepakbola di Gorontalo bersama Likot FC kemudian Persidago membuat nama almarhum Rum Dg Passa melejit dengan cepat hingga ke Manado, yang kala itu Gorontalo masih tergabung dalam Provinsi Sulawesi Utara.

Dengan prestasi dan konsistensi penampilannya tersebut, almarhum Rum Dg Passa dipercayakan dua kali berturut-turut menjaga mistar gawang tim PON Sepakbola Sulut yakni pada PON 9 tahun 1985 dan PON 10 tahun 1989.

Bahkan sebelumnya, diusia remaja almarhum pernah memperkuat timnas junior tahun 1979 kala itu almarhum masih berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Almarhum yang meninggalkan satu istri Harmina Sahami dan empat anak yakni Mario Dg Passa, Matias Dg Passa, Roby Dg Passa dan Meylan Dg Passa juga dikenal sebagai sosok yang sukses dikarir melatihnya.

Prestasi almarhum sejatinya bukan hanya diraih saat masih berstatus pesepakbola saja, dimasa senjanya setelah pensiun sebagai pemain, almarhum juga sukses meniti karir sebagai pelatih kiper yang banyak menetaskan penjaga gawang hebat di Gorontalo maupun luar Gorontalo.

Persidago yang sempat mencicipi kompetisi nasional Divisi I atau saat ini dikenal sebagai Liga 2 menjadi sosok penting dalam keberhasilan perjuangan dari kasta Divisi II hingga ke Divisi I kala itu.

Almarhum juga dipercaya menjadi pelatih kiper dikala waktu itu pelatih kepala dipercaya kepada Agus Sumarna, pelatih asal Tanggerang, Banten.

Kini pemain sekaligus pelatih legendaris tersebut telah tiada, pengalaman dan ilmu akan sepakbola khususnya seputar bagaimana menjadi seorang kiper yang handal meski tidak didukung fisik yang tinggi akan terus dikenang dan diteruskan para penjanga gawang muda di Gorontalo.

Satu hal yang patut diacungkan jempol kepada sosok almarhum Rum Dg Passa yakni kesungguhannya dalam menangani sepakbola di Gorontalo. Terbukti sejak tahun 2016 dipercaya oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai koordinator wilayah (Korwil) Piala Menpora U-16 di Provinsi Gorontalo berhasil dijalankan dengan sukses.

Bahkan, untuk Piala Menpora U-16 tahun 2017 yang berakhir sehari sebelum almarhum meninggal dunia juga berakhir dengan sukses dan mengantarkan tim asal Gorontalo Utara berhasil lolos kebabak nasional yang akan dilangsungkan bulan September 2017.

“Saya ingat saat hari pertama Piala Menpora U-16 akan digulir, almarhum sangat serius dan rasa tanggung jawabnya terlihat sekali, meski waktu itu kondisi kesehatan almarhum kurang membaik,” ujar Ahmad Pakaya, ketua panitia Piala Menpora U-16 2017 wilayah Provinsi Gorontalo kepada Gorontalo Post.

“alhamdulillah juga sebelum almarhum pergi untuk selamanya, tugus-tugas yang diembannya pada Piala Menpora U-16 telah selesai. Banyak pengalaman dan petuah yang beliua berikan sebelum pergi demi kemajuan sepakbola dan akan saya ingat terus,” tambahnya.(ysn/hg)


Komentar