Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tutupi Pinjaman PEN, Bupati Harus Bisa Yakinkan Rakyat 

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Legislatif , pada Minggu, 25 Juli 2021 | 22:05 Tag: ,
  Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Safrudin Hanasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Safrudin Hanasi, menegaskan bahwa bupati harus meyakinkan rakyat, jika dikaitkan dengan upaya menutupi pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini merujuk apa yang pernah disampaikan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, saat paripurna laporan APBD 2020 belum lama ini, yang mana banyak yang pesimis jika upaya mendorong pendapatan asli daerah (PAD) bisa menutupi pinjaman daerah atas program PEN. 

Safrudin Hanasi mengatakan, meminta bupati agar bisa menyampaikan PAD pada poin mana saja yang bisa didorong agar jelas juga kerja-kerja dari OPD tersebut. 

“Kita akan mengevaluasi apakah ini atau tidak, karena begitu optimisnya pak Bupati kita berharap, apa yang disampaikan, diurai, diperjelas jadi yang mana yang akan didorong dan  tidak menimbulkan pesimisnya banyak orang, “ ungkap Safrudin Hanasi, Ahad (25/07/2021).  

Diakuinya, dengan kondisi keuangan saat ini ditambah dengan adanya pinjaman daerah melalui dana PEN dan kekhawatiran dengan beban membayar PEN yang begitu besar. 

“Nanti khawatirnya keuangan kita nanti dianggap rendah, padahal selama ini pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan menilai jika keuangan kita tinggi,” ujar Safrudin Hanasi. 

Lanjut dikatakannya, upaya pemerintah dengan mengenjot PAD bahkan pendapatannya sama jumlahnya dengan pinjaman yang akan dibayarkan tiap tahun, sehingga sudah bisa dipastikan OPD yang memiliki target PAD tentunya harus bekerja keras agar apa yang diinginkan bupati bisa terealisasi, tetapi OPD mana saja yang harus lebih digenjot PADnya itu yang belum jelas. 

“Karena dari pinjaman PEN tersebut, setiap tahunnya sekitar Rp 30 Miliar yang harus dipotong membayar pinjaman tersebut, sehingga setiap tahunnya pula ada Rp 30 miliar yang harus dicapai oleh OPD dalam hal pencapaian PAD dan itu harus terealisasi,” jelas Aleg dua periode ini. 

Ia juga menambahkan, saat ini setidaknya ada 12 OPD yang diberikan beban PAD yang cukup tinggi dan dari hasil pembahasan dengan Banggar kemarin, dari 12 OPD ini  sejak memasuki tahun 2020 sampai dengan pertengahan 2021, PAD dari 12 OPD ini belum ada yang mencapai target. 

“Di tahun 2020 saja tak ada yang mencapai 100 persen, bahkan ada yang tak sampai 50 persen, sehingga kami ingin diyakinkan dari sektor mana saja yang bisa menjadi sumber peningkatan PAD untuk menutupi pembayaran PEN yang mulai tahun depan akan dipotong tersebut,” jelas Safrudin. 

Anggota komisi ll ini berharap, apa yang menjadi motivasi dari Bupati Gorontalo ini dibarengi dengan tindakan dari 12 OPD yang ditargetkan mempunyai PAD tinggi bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan bupati. 

“Semoga saja apa yang menjadi motivasi bupati bisa terwujud dan jumlah PAD dari 12 OPD yang mempunyai target PAD terbanyak, bisa bekerja maksimal untuk mencapai apa yang menjadi keinginan pemerintah daerah,” harap Safrudin. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 33 times, 1 visits today)

Komentar