Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Uang Senilai Rp 10 Juta Hilang Dalam Pesawat, Lima Petugas Ground Handling Diperiksa

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 10 Januari 2018 | 06:57 WITA Tag: ,
  


Gorontalo, Hargo.co.id – Polres Gorontalo secara marathon terus menyelidiki kasus hilangnya uang tunai milik penumpang Lion Air senilai Rp 10 Juta. Saat ini, sudah ada lima orang yang diperiksa oleh polisi. Mereka semua teridentifikasi merupakan ground handling di Bandara Djalaludin Gorontalo.

Mereka masing-masing berinisial ST alias Mito, US alias Bobi, RB alias Oni, SJ alias Ucup dan SL alias Iton. Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, Ahad, (7/1), salah seorang penumpang Lion Air dengan Nomor Penerbangan 793 tujuan Makassar, atas nama Diana, mengaku kehilangan uang tunai senilai Rp 10 Juta yang disimpan di dalam tas yang dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.

BACA  Menuju Porwanas di Malang, PWI Gorontalo Siap Pantau JMSC

Namun, saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, tas tersebut malah sudah kosong alias uang Rp 10 Juta tersebut sudah tidak ada lagi. Sekembalinya dari Makassar, Senin (8/1), Diana melaporkan kepada polisi kehilangan tersebut.

BACA  DPRD Minta Aset Daerah di Lokasi Wisata Harus Diperjelas 

Hingga saat ini polisi pun sudah memeriksa lima saksi yang kesemuanya merupakan petugas ground handling yang juga bertugas mengatur barang bagasi calon penumpang di dalam pesawat. Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Rhemmy Bheladona membenarkan kejadian tersebut dan sedang melakukan penyelidikan.

Salah satu dari lima saksi tersebut diduga kuat merupakan pelakunya. “Hanya satu orang yakni ST yang diduga kuat sebagai tersangka karena dari hasil riksa dan alat bukti yang kita dapat,” jelas Rhemmy.

BACA  40 Persen ASN di Kabupaten Gorontalo Sudah Jalani Vaksin

Distrik Manager Lion Grup, Yasir Hasan, juga tidak membantah kejadian ini. Dirinya hanya berharap kedepan para penumpang untuk lebih berhati-hati meletakkan barang berharga salah satunya dengan merapling barang-barang mereka. “Saya sarankan barang-barang berharga jangan dijadikan bagasi, kalo bisa juga di rapling,” tambahnya.(tr-56)

 


Komentar