Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Udang Vaname Senilai Rp 1,4 Miliar Diekspor ke Jepang

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Rabu, 15 Juli 2020 | 21:05 PM Tag: ,
  Wagub Gorontalo Idris Rahim (Kemeja Putih, Upiah Karanji) ketika memecahkan kendi tanda dilepasnya ekspor udang vaname ke Jepang, Rabu Rabu (15/7/2020) di Gudang Beku Terintegrasi PT. Indosukses Mandiri Abadi di Desa Molawahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Meski dilanda pandemi Covid-19, perekonomian Gorontalo masih terus bergeliat. Ini dibuktikan dengan ekspor udang vaname oleh PT. Indosukses Mandiri Abadi ke Jepang. Jumlahnya cukup besar yakni Sebanyak 10,8 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp1,4 miliar.

Pelepasan ekspor udang vaname ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, Rabu (15/7/2020) di Gudang Beku Terintegrasi PT. Indosukses Mandiri Abadi di Desa Molawahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo saya melepas ekspor perdana udang vaname PT. Indosukses Mandiri Abadi dengan tujuan ke negara Jepang,” kata Wagub Idris Rahim dalam sambutannya.

Dikatakannya, potensi areal budidaya air payau di Gorontalo cukup luas yakni 16.713 hektare, tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara. Potensi itu, menurut Idris Rahim, harus bisa dimanfaatkan oleh petani tambak untuk meningkatkan produksi udang vaname dengan sentuhan teknologi. Belum lagi, potensi pasar ekspor terbuka luas.

“Saya pernah mencoba menebar benih udang vaname tapi tidak berhasil. Oleh karena itu saya berharap kepada PT. Indosukses Mandiri Abadi untuk membina petambak di Gorontalo dengan memanfaatkan teknologi tepat guna agar produksinya bisa meningkat,” ucap Idris Rahim.

Pada kesempatan itu pula, Idris Rahim mengapresiasi kesungguhan PT. Indosukses Mandiri Abadi dalam mengembangkan budidaya udang vaname di Gorontalo. Dirinya menilai, kesungguhan itu dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan tersebut mengekspor udang vaname meski baru mulai beroperasi dan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo pada bulan Mei 2020.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, Gorontalo bisa mengekspor udang vaname. Saya berharap tidak hanya berhenti pada ekspor perdana ini, tetapi akan ada ekspor-ekspor selanjutnya sehingga bisa menghasilkan devisa bagi negara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani tambak Gorontalo,” tutur Wagub.

Sementara itu Direktur PT. Indosukses Mandiri Abadi, Ahmad Junaidi, mengutarakan, produksi udang vaname perbulannya mencapai kurang lebih 100 ton bahan baku. Produksi tersebut akan terus ditingkatkan untuk memenuhi pasar ekspor dengan mengembangkan dan meningkatkan produksi udang di tingkat petani tambak.

“Kita akan mendorong peningkatan produksi petambak, sehingga otomatis kapasitas pabrik juga akan bertambah,” tandas Ahmad Junaidi.

Selain bergerak pada pengolahan udang vaname, PT. Indosukses Mandiri Abadi yang bekerja sama dengan Pemprov Gorontalo dalam pemanfaatan Gudang Beku Terintegrasi, juga melakukan pengolahan hasil perikanan tangkap, seperti ikan tuna, cakalang, dan kerapu.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, produksi udang di Provinsi Gorontalo terus mengalami peningkatan sejak tahun 2013 hingga 2019. Pada tahun 2013, produksi udang Gorontalo sebesar 993,7 ton dan meningkat menjadi 11.798,26 ton pada tahun 2019. (adv/rwf/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar