Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ukraina Gunakan Senjata Biologis Lawan Militer Rusia

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 12 Maret 2022 | 04:05 Tag: , , , , ,
  Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Ukraina menggunakan senjata biologis untuk melawan militer Rusia. (Russian Pool via Reuters)

Hargo.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Ukraina menggunakan senjata biologis untuk melawan militer Rusia. Putin juga menuduh Amerika Serikat berada di balik bantuan tersebut.

Rusia telah menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas apa yang diklaimnya sebagai aktivitas biologis militer AS di wilayah Ukraina. Permintaan Rusia, diumumkan dalam tweet Kamis (10/3) sore oleh Wakil Duta Besar PBB, Dmitry Polyansky, menyusul penolakan pemerintahan Biden atas tuduhan Rusia bahwa Ukraina menjalankan laboratorium kimia dan biologi dengan dukungan AS.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengeluarkan peringatan publik bahwa justru Rusia yang berusaha menggunakan senjata kimia atau biologi terhadap Ukraina. Polyansky mengatakan Rusia telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk bertemu pada Jumat (11/3). Tidak jelas kapan atau apakah pertemuan dewan akan diadakan.

Ukraina Membantah

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah tuduhan Rusia bahwa Ukraina bersiap untuk menyerang dengan senjata kimia atau biologi. Ia menegaskan tuduhan itu sendiri adalah pertanda buruk.

“Itu sangat mengkhawatirkan saya karena kami sering diyakinkan bahwa jika Anda ingin mengetahui rencana Rusia, itu adalah apa yang Rusia tuduhkan kepada orang lain,” kata Zelensky.

Rusia mengatakan pihaknya mengungkap rencana laboratorium rahasia di Ukraina untuk memproduksi senjata biologis. Zelensky membantah hal itu.

“Saya orang yang masuk akal. Presiden negara yang masuk akal dan orang-orang yang masuk akal. Saya ayah dari dua orang anak. Dan tidak ada bahan kimia atau senjata pemusnah massal lainnya yang dikembangkan di tanah saya. Seluruh dunia tahu,” kata Zelensky.

Terbaru, pasukan Rusia menembaki sebuah lembaga penelitian nuklir di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina pada Kamis (10/3). “Rusia membakar gedung-gedung,” kata seorang penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina Anton Gerashchenko.

“Sebuah peluru menghantam sebuah bangunan di mana terdapat peralatan yang dapat melepaskan radiasi jika rusak,” kata Gerashchenko.

Tembakan itu menyebabkan kebakaran, tetapi petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkannya. Pasukan Rusia telah mengambil alih dua pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina, meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan fasilitas nuklir.(JawaPos.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Putin Tuding Ukraina Gunakan Senjata Biologis Lawan Militer Rusia“. Pada edisi Jumat, 11 Maret 2022.
(Visited 42 times, 1 visits today)

Komentar