Minggu, 22 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



UMP Terlalu Tinggi, Pengusaha Gorontalo Terancam Bangkrut

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 1 November 2016 | 18:41 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gorontalo, Suharto Puluhulawa, mengakui jika saat ini beban pengusaha begitu besar ditengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

Belum lagi dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), beban pengusaha sudah pasti akan bertambah.

“Secara umum, kita ini (pengusaha,red) masih sulit. UMP naik ? kita lebih sulit lagi.

Saat ini saja (UMP 2016), tidak sampai 30 persen yang mampu, sisanya teriak (tidak mampu memenuhi standar UMP 2016,red), terutama mereka dari sektor jasa, perdagangan dan UMKM,” jelas Suharto ketika dimintai tanggapan terkait kenaikan UMP 2017.

BACA  Terapkan Protokol Kesehatan, Debat Cabup Kabgor Hanya Boleh Dihadiri 68 Orang

Suharto mengatakan, bukan hanya UMP saja yang naik, tapi akan berpengaruh pada beberapa komponen lain yang berdasar atas kenaikan UMP.

BACA  Sembilan Aksi Strategis dalam Merespons Pandemi

Seperti kenaikan iuran BPJS, lembur hingga Tunjangan Hari Raya (THR). Selain itu, dampak lain kenaikan UMP akan berpengaruh pada kenaikan harga barang, terutama barang pokok.

“Kalau semua dengar ini, sudah pasti yang terjadi adalah inflasi. Dan kalau harga barang sudah naik, maka itu sama saja. Kenaikan UMP tidak terasa,” tambahnya.

Kalau sudah terjadi demikian, yang paling sulit adalah mereka yang belum memiliki pekerjaan.

BACA  Gubernur Serahkan Ribuan Masker pada Momen Hari Sumpah Pemuda

“Yang masih nganggur yang paling merasakan. Karena mereka tidak punya pendapatan, tapi harga barang naik,” tambahnya lagi.

Saat ini Gorontalo masih terus menggalakkan investasi dalam jangka menengah.

Dikatakan Suharto, investasi itu hingga saat ini belum berproduksi. Artinya, pengusaha masih terus mengeluarkan biaya yang menjadi beban tetap perusahaan.

Laman: 1 2


Komentar