Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



UNG Bakal Ganti Nama jadi Universitas BJ Habibie

Oleh Berita Hargo , dalam Headline , pada Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:11 Tag: , ,
  

Hargo.co.id JAKARTA – Wacana perubahan nama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi Universitas Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) kembali mencuat. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. Dr. Mohamad Nasir bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, didampingi Sekda Provinsi Gorontalo Prof Winarni Monoarfa, MS dan perwakilan UNG yang juga Direktur Program Implementation Unit – Islamic Development Bank (PIU – IDB) UNG, Edwart Wolok, Selasa (15/8) membahas rencana perubahan nomenklatur UNG menjadi Universitas BJ Habibie di Jakarta.

Usulan penggantian nama UNG menjadi Universitas BJ Habibie bukan kabar baru. Pada tahun 2014 lalu, seluruh kepala daerah di Gorontalo, termasuk Rektor UNG Prof Syamsu Qamar Badu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, tokoh adat yang diwakili Karim Pateda dan tokoh masyarakat masing-masing Prof Hasan Abas Nusi dan (Alm) Dr.(Hc) Medi Botutihe, melayangkan permohonan kepada Prof BJ Habibie agar namanya bisa digunakan mengganti nama UNG yang merupakan kampus tertua di Gorontalo.

Semangat purubahan nama ini didasarkan pada keinginan Gorontalo menjadi pusat keunggulan pembangunan sumber daya manusia, serta menjadikan nama Prof BJ Habibie yang merupakan putra Gorontalo sebagai inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus Provinsi Gorontalo.

Menanggapi usulan pergantian nama UNG menjadi Universitas BJ Habibie, Menteri Ristek-Dikti Mohamad Nasir, meminta rektor UNG Prof Syamsu Qamar Badu untuk segera membahasnya, dengan melakukan sidang senat terkait penggantian nama kampus.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, sebelum pertemuan kemarin, Menteri Ristek-Dikti Mohamad Nasir saat peringatan Harteknas di Makassar baru-baru ini, menghubunginya dan menanyakan terkait usulan penggantian nama UNG yang pernah disampaikan Pemerintah Daerah di Gorontalo.

“Saya sampaikan ke pak Menteri, jika itu bisa diproses lebih lanjut, sebaiknya segera (diproses) karena itu harapan sebagian masyarakat Gorontalo,”ujarnya. Ia mengatakan, BJ Habibie merupakan sosok kebanggan Gorontalo.

Teknokrat dunia yang merupakan mantan Menteri Riset dan Teknologi ini adalah putra daerah yang selama ini dijadikan motivasi warga Gorontalo.

Dikatakan Gubernur Rusli Habibie, berkas usulan yang dibutuhkan telah diserahkan ke Menteri Riset Dikti. Selain membahas tentang penggantian nama, pertemuan itu juga membahas hibah lahan seluas kurang lebih 50 hektar di Desa Moutong, Tilongkabila, Bone Bolango yang akan diserahkan ke UNG untuk kebutuhan pengembangan kampus baru.

Rusli Habibie berharap, dengan adanya nama baru, agar bisa memberikan dampak positif terhadap perkengangan pendidikan di Gorontalo. “Dosen atau kampus, bisa kerjasama dengan perguruan tinggi seperti yang ada di Jerman dan Eropa, termasuk mahasiswanya juga bisa kuliah disana,”terangnya.

Terpisah, Edwar Wolok kepada Gorontalo Post mengatakan, salah satu poin yang dibahas bersama Menristek Dikti itu adalah perubahan nama dari UNG menjadi Universitas BJ Habibie. Edward hadir dalam kapasitasnya mewakil rektor UNG, sekaligus sebagai mantan Wakil Rektor (WR) II UNG, yang saat itu sempat membahas tentang perubahan nama kampus baru.

“Jadi, saya mewakili rektor dalam mendamping pak Gubernur dan ibu Sekda untuk menemui Menristek Dikti, karna dimasa saya menjabat sebagai WR II, pembahasan perubahan nama kampus tersebut sudah masuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), diamana saat itu tahun 2014 UNG masih berada dibawah Kemendikbud,”ujarnya.

Hanya saja saat itu sempat ditunda, sebab pada waktu yang bersamaan muncul Institut Teknolgi di Pare-pare yang juga mengusulan penggunaan nama BJ Habibie. “Saya juga sudah menyampaikan proses administrasi saat itu kepada pak Menteri,” kata Edwart. (tro/wan/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar