Upacara HUT Korpri – PGRI di Bone Bolango, Peserta Kenakan Sarung

Bupati Bone Bolango Hamim Pou terlihat mengenakan sarung ketika menjadi pembina upacara pada peringatan hari jadi Korpri dan PGRI.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou terlihat mengenakan sarung ketika menjadi pembina upacara pada peringatan hari jadi Korpri dan PGRI.

-

Hargo.co.id GORONTALO – Ada pemandangan yang tidak biasa pada upacara dalam rangka memperingati hari Korpri dan PGRI di Kabupaten Bone Bolango, Jumat (29/11/2019) di alun-alun Bone Bolango. Ya, para peserta upacara pria dari staf biasa hingga pejabat teras mengenakan sarung. Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang didaulat menjadi pembina upacara pun mengenakan sarung yang terbuat dari karawo.

Meski sedikit membuat risih, namun hal ini harus dibiasakan oleh para ASN di Bone Bolango. Betapa tidak, karena menurut Bupati Bone Bolango Hamim Pou budaya seperti ini akan diterapkan disetiap hari Jum’at minggu ke 4 disetiap bulan berjalan.

BACA  Lewat DID 2020, Bone Bolango Bakal Kelola Anggaran Sebesar Rp 42 Miliar

“PNS dan aparat desa, setiap jumat di pekan ke 4 wajib kenakan sarung yang berbahan dasar karawo. Sebab hari Jumat itu adalah hari yang mulia,” ujar BupatiHamim kepada sejumlah wartawan.

Suasana pelaksanaan upacara dalam rangka HUT Korpri dan PGRI tingkat Kabupaten Bone Bolango, Jumat (29/11/2019) di alun-alun Bone Bolango. Para peserta upacara nampak mengenakan sarung.
Suasana pelaksanaan upacara dalam rangka HUT Korpri dan PGRI tingkat Kabupaten Bone Bolango, Jumat (29/11/2019) di alun-alun Bone Bolango. Para peserta upacara nampak mengenakan sarung.

Budaya mengenakan sarung dihari Jumat, kata Hamim, merupakan upaya Pemkab Bone Bolango untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin karawo.

BACA  Lewat DID 2020, Bone Bolango Bakal Kelola Anggaran Sebesar Rp 42 Miliar

“Karawo identik dengan daerah kita Gorontalo. Nah, saya rasa dengan cara ini pelestarian karawo akan terjaga hingga meningkatnya pendapatan para pengrajin. Coba anda hitung, PNS pria di Bone Bolango jumlahnya sekitar 3.000 an. Kalau dikali Rp. 300.000 harga persarungnya, maka ada sekitar puluhan hingga ratusan juta ditangan para pengrajin. Ini akan berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat Gorontalo,” jelas Hamim panjang lebar.

BACA  Lewat DID 2020, Bone Bolango Bakal Kelola Anggaran Sebesar Rp 42 Miliar

Sementara itu, setelah upacara HUT Korpri dan PGRI selesai, para ASN yang berprofesi sebagai guru melakukan pengumpulan dana yang diperuntukkan lanjutan pembangunan gedung Korpri. Berdasarkan data yang dihimpun awak media, dana terkumpul sekitar Rp. 100.000.000. Pada kesempatan itu pula, Bupati Hamim Pou menyerahkan alun-alun Bone Bolango untuk dikelola PGRI. (rwf/hg)