Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ups! Milyaran Rupiah Dana Investasi Bodong, Sulit Dikembalikan

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 15 Juli 2016 | 10:47 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Meski sempat tertunda lebih dari sepekan, sidang perdana kasus investasi bodong dengan terdakwa Rosidana Bone bersama suaminya Usman Harun akhirnya mulai digelar. Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Gorontalo,kemarin, (14/7).

Menariknya terungkap dalam sidang, Rosdiana Bone dan Usman Harun hanya butuh 5 bulan menjalankan investasinya itu. Dana yang berhasil terkumpul dari member sangat menakjubkan. Mencapai, Rp 18,2 miliar.

Tak heran bila, para korban yang menjadi member Rosdiana itu cukup banyak. Kemarin, mereka datang dengan penuh amarah memadati PN Kota Gorontalo.
Pantaun Gorontalo Post, sidang dipimpin Hakim Ketua Fatchu Rohman,SH. Kedua terdakwa datang didampingi penasehat hukum mereka, Salahudin Pakaya,SH.

BACA  Bersua di Perbatasan, Ini Kesepakatan Forkopimda Gorontalo dengan Sulut 

Dalam dakwaannya, JPU Junaidi,SH menyampaikan, kasus ivestasi get-get yang dikelola Rosdiana Bone bersama suaminya berhasil meraup dana sebesar Rp 18,2 miliar.

Uang tersebut dikumpulkan dari masyarakat dalam waktu 5 bulan. Modusnya, dengan cara mengiming-imingi korban uang yang disetorkan bisa berlipat. Junaidi mencontohkan, bila Rp 250 ribu diinvestasikan, maka akan menjadi Rp 500 ribu dalam seminggu.

Awalnya hal itu berjalan lancar. Namun kemudian, usaha ini tersendat. Agen-agen Rosdiana sudah tidak bisa lagi membayarkan uang membernya karena, uang dari Rosdiana sudah habis. Rosdiana tak mampu lagi mengembalikan uang tersebut.

BACA  Rp 6 Miliar untuk Kelanjutan Pembangunan Masjid Blok Plan  

Dalam dakwaan JPU, para agen Rosdiana yang mengumpulkan uang investasi tidak memiliki izin Bank Indonesia (BI) sebagiamana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tetang Perbankan pasal perbankan.

Perbuatan para terdakwa juga melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 46 ayat (1) jo Pasal 16 UU Nomor 10 tahun 1998 tetang Perbankan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Usai pembacaan sidang oleh JPU, hakim menunda persidangan. Dan kembali dilanjutkan, Senin, (23/7) dengan menghadirkan para saksi.

BACA  IPTU M. Atmal Fauzi, Juara I Da’i Polisi Se-Indonesia

Sementara diluar ruang sidang, terlihat cukup banyak masyarakat yang ikut menyaksikan persidangan kedua terdakwa itu. Mereka merupakan para member yang terus berharap penyelesaian kasus ini. Percakapan diantara mereka penuh harapan. Sebab rata-rata telah menginvestasikan uang mereka ada yang puluhan juta rupiah.

“Mudah-mudahan mo tabale (balik) itu doi eh.. Adoh kasiang, puluhan juta kita punya,” kata salah satu diantara mereka.(tr-49/ar/hargo)


Komentar