Rabu, 3 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Usai Divaksin, Thariq Modanggu Rasa Lapar dan Ngantuk

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Rabu, 3 Februari 2021 | 23:05 WITA Tag: ,
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu saat menjalani vaksin Covid-19, Rabu (03/02/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Usai divaksin, Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu merasakan efek lapar dan ngantuk. Hal tersebut disampaikan oleh pria berkacamata tersebut usai pelaksanaan vaksinasi pada Rabu (03/02/2021).

Sebagaimana diketahui, Thariq Modanggu masuk dalam deretan 12 orang yang akan divaksin terlebih dulu pada pencanangan vaksinasi di Gorontalo Utara. Menurut Thariq Modanggu, tidak benar berita yang selama ini beredar di masyarakat atau dengan kata lain berita hoaks yang beredar itu terbantahkan semuanya.

“Setelah divaksin dan merasakan langsung, ternyata hoaks yang beredar selama ini tidak terjadi, biasa saja kecuali ada efek lapar,” ungkapnya.

BACA  Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis, Apa Perbedaannya?

Terhadap rasa lapar usai divaksin tersebut oleh Wabup, langsung ditanyakan kepada pihak dokter.

“Dan setelah dikonfirmasi, hal tersebut merupakan hal normal dan tidak perlu ditakutkan karena pada orang tertentu efek pasca vaksinasi yakni timbul rasa lapar dan itu bagus,” jelas Thariq Modanggu.

Selain itu, Wabup sedikit menceritakan soal pelaksanaan vaksinasi dimana sebelum dilakukan vaksinasi, ada tahapan screening namanya yang harus dilalui oleh para peserta vaksinasi.

BACA  Thariq Modanggu Imbau Tetap Jalankan Protokol

“Waktu screaning-nya sekitar 5-7 menit dan itu bukan waktu yang lama karena dalam rentang waktu tersebut ada beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta vaksinasi,” jelasnya.

Hanya saja dalam proses screening tersebut, Wabup sempat 2 (dua) kali dilakukan pengukuran tekanan darahnya yang saat pertama ditensi, tekanan darahnya naik sampai 150. Kemudian oleh tim kesehatan kemudian diukur lagi tekanan darah dari Wabup Gorut tersebut dengan menggunakan alat manual dan diperoleh tekanan darahnya 130.

BACA  Terkait Penanganan Sampah, Ini Penegasan Thariq Modanggu

“Kemudian saya tanya kepada dokter mau pakai yang mana, dan ternyata memakai hasil yang menggunakan alat manual dan untuk tekanan darah 130 tersebut normal,” ujarnya.

Menurut Wabup, alat ukur digital tersebut dapat saja dipengaruhi oleh beberapa hal mulai dari baterai, kabel yang dapat saja terjepit dan lainnya, sehingga hasil pengukuran secara manual yang digunakan karena itu dianggap akurat karena detak jantungnya didengar langsung.

“Untuk ukuran kolesterol, gula itu normal hanya asam urat saja yang tinggi” tandas Wabup dengan senyum. (abk/adv/hg)


Komentar