Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Usai ‘Pesta’ Narkoba, Mahasiswa dan Residivis Diringkus di Asrama

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 13 September 2019 | 00:06 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Usai ‘pesta’ Narkoba, seorang mahasiswa bersama rekannya diringkus di asrama. Parahnya, rekannya merupakan residivis kasus yang sama beberapa bulan lalu di Pohuwato.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengungkapan tersebut dilakukan pada Jumat (06/09/2019) sekitar pukul 21.10 Wita yang dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Bripka Moh. Rinto Bami,SH.

Awalnya, Tim Opsnal mendapatkan informasi dari masyarakat, yang mana salah satu kamar di Wisma Boalemo yang terletak di Jalan Manggis, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo sering dijadikan sebagai lokasi tempat ‘pesta’ Narkoba.

Berdasarkan informasi itu, dilakukannya penggerebekan dan benar adanya. Petugas dari pihak Kepolisian berhasil menemukan dua orang di Kamar Nomor 5 Wisma Boalemo. Duanya yakni FP alias Fay (32) warga Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo dan RC alias Aldi (25), warga Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Aldi (pemilik kamar) merupakan mahasiswa pada perguruan tinggi ternama di Gorontalo, sementara Fay adalah karyawan swasta dan merupakan residivis kasus yang sama.

Menurut Bripka Moh. Rinto Bami, SH, saat penggeledahan ditemukan satu buah bong dan pirex kaca yang berisikan narkotika jenis sabu. Ketika ditanyakan Tim Opsnal soal narkotika, kedua lelaki tersebut tidak mengaku.

Namun suara Fay pada saat itu terdengar agak berbeda dari biasanya. Polisi pun bertanya kembali dan akhirnya dari mulut Fay keluar satu buah plastic kip putih yang diduga narkoba jenis sabu.

Atas temuan tersebut, keduanya pun kemudian digiring ke Polres Gorontalo Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Penghuni Bantah Wisma Boalemo Sering Dijadikan Tempat ‘Pesta’ Narkoba

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Narkoba AKP Sutrisno, SH ketika diwawancarai di ruang kerjanya menjelaskan, dari hasil pemeriksaan penyidik, keduanya positif menggunakan narkoba.

“Keduanya sudah kami lakukan penahanan. Berat barang bukti setelah kami lakukan penimbangan yakni 73,81 miligram,” ujarnya.

Lanjut kata mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini, kedua tersangka memang sudah sering menggunakan narkoba secara bersama-sama di dalam kamar tersebut. Bahkan setiap pekannya, bisa sampai empat kali menggunakan.

“Untuk tersangka Fay, dirinya sudah merupakan residivis terkait kasus yang sama di wilaya Pohuwato. Selanjutnya, perkara ini masih sementara dalam proses pengembangan lebih lanjut. Keduanya pun kami kenakan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (kif/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar