Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ustadz Somad Respon Santai, Ustadz Mansur Menolak

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Senin, 21 Mei 2018 | 00:07 WITA Tag: , ,
  


JAKARTA Hargo.co.od – Kementerian Agama telah menetapkan daftar sementara 200 penceramah atau mubalig yang dikategorikan moderat dalam menyampaikan dakwahnya.

Nah, dalam daftar itu tidak ditemukan nama Ustaz Abdul Somad (UAS). Bagaimana reaksinya? Lewat akun Instagram-nya @ustadzabdulsomad, mubalig yang materi ceramahnya membanjiri YouTube memposting screen chat WhatsApp dari seseorang yang menanyakan tanggapannya.

“Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai april 2020,” tulis UAS menjawab pertanyaan tersebut, beberapa jam lalu, Sabtu (19/5).

Posting-an itu lantas disukai lebih 200 ribu followers-nya, dan terdapat 12.580 komentar. Sementara itu, Ustadz Yusuf Mansur menolak masuk daftar 200 Mubalig pilihan Kemenag. Sesuai yang diungkapkan melalui CNNIndonesia.com, dirinya menolak karena tak ingin daftar nama itu menimbulkan perpecahan dan keterbelahan di kalangan ustadz maupun masyarakat.

BACA  Viral Pria Bawa Jenazah Ibu Pakai Motor

“Saya berdoa dan berharap enggak ada kegaduhan sebab daftar nama itu,” tulis Yusuf Mansur seperti dikutif dari akun media sosial instagram pribadinya, Sabtu (19/5).

“Gak kepengen juga saya, dan kayaknya kawan-kawan semua yang di daftar itu, kemudian menjadi terbelah, berseberangan, dengan beliau-beliau yang lebih arif, bijak, saleh,” lanjutnya.

Yusuf menuturkan dunia dakwah saat ini sedang mengalami tantangan besar yang semestinya ada kerja sama dari semua pihak untuk menghadapinya.

BACA  Infrastruktur Memadai, Rusli Habibie Ajak Berinvestasi di Gorontalo

Dia pun mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak menolak penceramah yang tidak masuk dalam daftar itu. Apalagi Indonesia dikatakan Yusuf cukup luas, tidak mungkin semuanya bisa tercukupi hanya dengan menggunakan 200 ustaz untuk ceramah.

“Jadikan itu sebagai rekomendasi saja, mana bisa dari Sabang sampai Merauke hanya 200 ustaz,” katanya. Dia pun mengaku lebih senang jika namanya tak masuk dalam daftar nama itu. Yusuf memaparkan dirinya ingin lebih banyak banyak belajar dari para pendahulunya yang justru tak masuk dalam daftar 200 nama itu.

“Saya lebih senang dan lebih tentram, tidak ada di daftar nama. Bukan karena enggak suka dan tidak berterima kasih. Tapi lebih karena saya, masih santri, masih belajar, dan begitu banyak salah dan ketidakmampuannya,” tegasnya.

BACA  Peserta Tak lolos Passing Grade, 11.580 Formasi CPNS Tidak Terisi

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saufuddin mengatakan 200 nama itu bersifat sementara dan diumumkan berdasarkan tiga indikator utama. Pertama, mereka memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam. Kedua, punya pengalaman yang cukup dalam berceramah.

“Menjadi penceramah tidak hanya penguasaan konten tapi keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/5). Indikator ketiga, terbukti bahwa yang bersangkutan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.(jpnn/cnnindonesia.com/hg)


Komentar