UU KDRT Tak Digunakan pada Kasus Pembunuhan di Salon Santi, Ingin Tahu Kenapa?

Proses rekonstruksi pembunuhan di Salon Santi. Penyidikan kasus ini ternyata tak menggunakan UU KDRT karena tersangka dan korban tak resmi sebagai suami istri. (Foto Zulkifli Polimengo/Hargo.co.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik dari kasus dugaan pembunuhan di Salon Santi. Yakni, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak digunakan dalam proses penyidikan.

Padahal, masyarakat tahu jika hubungan tersangka OT (32), warga Bone Bolango dengan korban Rosita Hulalata (25), Bolaang Mongondow Utara, adalah suami istri.

Informasi yang berhasil dihimpun, oleh penyidik Tipidter Polres Gorontalo Kota terus melakukan pengecekan. Hasilnya, terungkap jika tersangka dan korban belum resmi sebagai suami istri.

Sebelumnya, OT mengaku sebagai suami dari korban Rosita Hulalata. Namun setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, yang mana berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Bulango Utara, tertanggal 4 Oktober 2019, menjelaskan jika keduanya belum resmi sebagai suami istri.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim, AKP Deni Muhtamar,S.Sos,SH menjelaskan, setelah pihaknya melakukan pengecekan terkait dengan hubungan antara tersangka dan korban, ternyata keduanya belum sah sebagai suami dan istri, karena dari pihak KUA Bulango Utara, tidak menerbitkan buku nikah dengan alasan, masih adanya kekurangan berkas dari keduanya.

“Dengan demikian, kami tidak mencantumkan pasal berkaitan dengan KDRT, karena status keduanya dalam hukum Negara belum sah sebagai suami istri. Selanjutnya perkara ini masih sementara dalam proses,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini. (kif/hg

-