Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Valencia vs Barcelona: Setien Bisa Kembali Maksimalkan Peran Vidal

Oleh Admin Hargo , dalam Sepakbola , pada Sabtu, 25 Januari 2020 | 22:05 Tag: ,
  Arturo Vidal kembali mendapatkan kepercayaan mengisi lini tengah Barcelona.

Hargo.co.id – Dua laga awal entrenador baru FC Barcelona Quique Setien sukses dilalui dengan kemenangan. Yakni melawan Granada pada jornada ke-20 (19/1) dan 32 besar Copa del Rey kontra UD Ibiza (23/1). Dalam dua laga itu, eks pelatih Real Betis tersebut menerapkan dua strategi berbeda, 4-3-3 dan 3-5-2. Hasilnya, meski menang tetapi skor tidak meyakinkan. “Hanya” 1-0 dan 2-1. Apalagi, semua gol yang dicetak lahir pada 45 menit kedua.

Sedikit beraroma eksperimen. Benar saja. Sebab, meski filosofi taktik Setien mirip dengan tiki taka milik Barca, tetap saja dia masih meraba siapa yang terbaik untuk masing-masing posisi demi mengaplikasikan taktik miliknya dengan optimal. Nah, strategi baru diyakini kembali diterapkan pelatih 61 tahun itu saat tandang ke Estadio Mestalla melawan Valencia pada jornada ke-21 malam ini (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 22.00 WIB).

Setien diyakini akan menjajal skema dua striker menduetkan Lionel Messi dan Antoine Griezmann. Yang menarik adalah kans memainkan gelandang Arturo Vidal sebagai playmaker di belakang keduanya.

Sebelumnya, Setien sudah memberikan kredit kepada eks gelandang Juventus dan Bayern Muenchen itu pasca laga kontra Granada. Kala itu, Setien memuji assist Ultraman–julukan Vidal–kepada Messi melalui backheel.

El Matador–julukan Setien–diyakini tak akan kesulitan mendapatkan yang diinginkannya dari Vidal jika diberi peran playmaker. Sebab, meski posisi ideal pemain asal Cile itu gelandang tengah, dia tidak canggung ketika jadi gelandang bertahan atau gelandang serang. Kepiawaiannya itu membuat Vidal seringkali diberi peran free role di lini tengah ketika berkostum Juve dan Bayern. Apalagi, Vidal punya karakter box to box yang bisa memudahkannya menjelajah lini tengah tanpa canggung.

Kebetulan, Barca juga bakal tanpa striker utama Luis Suarez yang cedera lutut dan baru pulih medio Mei 2020. Artinya, jika strategi menempatkan Vidal sebagai playmaker sukses ketika menghadapi tim sekelas Valencia, bukan tidak mungkin formasi 4-3-1-2 bakal jadi pilihan utama Setien di sisa musim ini.

Setien juga tak ingin kehilangan momentum ketajaman Vidal yang musim ini sudah mencetak 6 gol. Jumlah itu bahkan sudah melampaui produktivitasnya musim lalu yang hanya mencetak 3 gol. Vidal pernah mencapai produktivitas terbaik sepanjang karirnya ketika berkostum Juve pada musim 2013-2014. Kala itu, dia mencetak 18 gol.

Sederet fakta itu didukung Vidal dalam kondisi bugar. Sebab, dia baru masuk pada 9 menit terakhir ketika melawan Ibiza. Kabar baik lainnya, Messi istirahat total untuk fokus 100 persen melawan Valencia

Ya, keberadaan La Pulga (Si Kutu)–julukan Messi–tetap krusial. Striker Argentina itu adalah top scorer Barca ketika melawat ke Mestalla dengan mencetak 9 gol. Barca juga tak pernah kalah dalam 14 tandang terakhir ke stadion berkapasitas 55 ribu tempat duduk itu.

“Saya ingin pemain versatile yang tahu bisa melakukan banyak hal, bahkan beberapa yang tidak kami minta sekali pun. Vidal tahu kapan harus membantu (pertahanan, Red), menyerang, dan mempertahankan (ball possession, Red). Artinya, dia memang memahami posisi dengan baik dan bahwa komunikasinya dengan rekan setim sangat baik,” ucap Setien kepada Mundo Deportivo.

Meski begitu, mengakomodasi peran Vidal bukan satu-satunya PR Setien bersama Barca. Sebab, dia juga ingin mempertehankan ciri khas taktiknya yang mengharuskan Barca mendominasi jalannya pertandingan dengan banyak melakukan operan-operan pendek.

Dalam dua laga sebelumnya, Barca mampu menciptakan 1.723 operan. 1.005 operan di antaranya bahkan langsung terjadi pada debut Setien bersama Barca ketika melawan Granada.

Hanya, Setien mengatakan bahwa dia tidak memaksakan pakem miliknya untuk segera tune in di Barca. Prioritasnya saat ini adalah membuat pemainnya mengerti apa yang diinginkannya dan juga baik untuk tim. Termasuk, malam nanti tampil tanpa nomor 9 murni. ”Griezmann bisa jadi opsi (memerankan striker murni, Red) dan dia sudah membuktikannya (dua gol melawan Ibiza, Red),” pungkas Setien.

*Berita ini juga disiarkan jawapos.com edisi sabtu 25 januari 2020

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar