Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Vavksinasi Massal sejak 2 bulan lalu, hewan Qurban Dijamin Bebas Antraks

Oleh Aslan , dalam Metropolis , pada Sabtu, 26 Agustus 2017 | 12:00 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi sapi (foto: dok. gorontalo Post)


LIMBOTO Hargo.co.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) Kabupaten Gorontalo menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo agar jangan takut lagi mengkonsumsi ternak sapi jelang hari raya Idul Adha nanti.

Mereka menjamin, Kabupaten Gorontalo bebas dari penyakit antraks setelah dilakukannya vaksinasi ternak sapi secara massal sejak dua bulan terakhir ini.

“Setelah ada temuan penyakit antraks seperti di Pulubala, Bongomeme dan Telaga, beberapa waktu lalu, kami gencar melakukan vaksinasi terhadap seluruh hewan ternak diantaranya kambing dan sapi.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

Vaksinasi ini sudah dilakukan di seluruh kecamatan,” ungkap Kepala Nakeswan Kabupaten Gorontalo, Femmi Wati Umar, kepada Gorontalo Post, kemarin, Jumat (25/8).

Vaksinasi yang dilakukan Nakeswan Kabupaten Gorontalo pun semakin gencar dilakukan menjelang hari raya Idul Adha ini, baik kepada peternak dan penampung hewan ternak yang mulai gencar berbisnis belakangan ini.

“Kami dua bulan sebelum hari raya Idul Adha sudah vaksinasi ke semua hewan ternak milik masyarakat, sekaligus yang ada di penampungan. Mengingat, hewan yang digunakan sebagai hewan kurban mayoritas dari Gorontalo sendiri,” ungkap Femmi.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

Nakeswan melakukan uji sampel ternak yang ada di seluruh kecamatan dan hasilnya negatif. Olehnya, Femmi menjamin di Kabupaten Gorontalo bebas penyakit antraks. “Alhamdulillah, hingga hari ini (kemarin,red) dari hasil uji lab, semua ternak di kabupaten Gorontalo tidak ditemukan penyakit-penyakit berbahaya, terutama antraks yang memang beberapa waktu lalu sempat menyerang beberapa kecamatan di Kabupaten Gorontalo,” tutup Femmi.

Sebelumnya, wabah antraks yang sempat menyerang beberapa kecamatan di Kabupaten Gorontalo membuat masyarakat khawatir akan hewan ternak yang nantinya disembelih dan dikomsumsi pada hari raya kurban nanti.

BACA  Tim Resmob Rajawali Ringkus Dua Pelaku Pencurian di Kota Gorontalo

Antraks merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Antharacis ini pun sempat tertular pada manusia karena menyembelih sapi yang sudah sakit dan dagingnya dikonsumsi.

Salah satu warga, Kuni (35) seorang ibu rumah tangga (IRT) ini berharap apa yang sudah disampaikan pemerintah benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai bilang sudah aman, tapi nyatanya ada korban juga. Hari raya kurban nanti banyak sekali daging, mudah-mudahan sudah aman semuanya,” pungkasnya.(tr-56/hg)


Komentar