Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



VOICE NOISE in Rotterdam

Oleh Berita Hargo , dalam Post , pada Selasa, 22 Mei 2018 | 23:18 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id,Zetizen-GP-Zetizen Gorontalo pernah mendengar tentang Makassar International Writers Festival (MIWF)? Yups, ini adalah festival literasi tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pencinta literasi dan sastra di Indonesia dan seluruh dunia.

Tahun ini, MIWF baru saja selesai digelar pada tanggal 2-5 Mei kemarin di Fort Rotterdam Makassar. Tempat yang sama seperti MIWF 2017 lalu.

Asyiknya, MIWF dengan tajuk Voice Noise tahun ini banyak menghadirkan penulis-penulis dan sastrawan kece juga ternama, seperti Fiersa Besari, Syahid Muhammad, Najwa Shihab, Lala Bohang, Boy Candra, Ariana Octavia, Windy Ariestanty, Stevani Bella, Faisal Oddang, serta 75 penulis dan sastrawan lain dari seluruh dunia. Bahkan ada seorang penulis asal Gorontalo yang turut hadir, yakni Jamil Massa.

BACA  Terkait Pengolahan Sampah, Wakil Bupati Tolitoli Kunjungi Pohuwato

 

 

 

Hmm.. Zetizen Gorontalo sudah bisa membayangkan seperti apa serunya MIWF tahun ini? Banyak loh penulis-penulis yang juga merilis bukunya pada event ini, seperti Jamil Massa yang meluncurkan buku ‘Pembangkangan di Meja No. 8’, atau yang paling ditunggu-tunggu Fiersa Besari yang meluncurkan buku ‘Arah Langkah’. Wah penasaran? Kuy simak kesan salah satu pencinta sastra dan literasi asal Gorontalo yang kemarin ikut serta dalam MIWF 2018!! (ZT-11/hargo)

BACA  Terkait Pengolahan Sampah, Wakil Bupati Tolitoli Kunjungi Pohuwato


 

 

 

 

Terbaik. MIWF terkesan sangat “wah” dan istimewa. Maksudnya “wah” acaranya, kegiatannya, penulisnya, materinya, dekorasi panggungnya dan banyak hal yang dikemas dengan sederhana. Bukan hanya sekadar bertemu dengan penulis-penulis terkenal kita juga bisa menikmati suara-suara yang menggetarkan jiwa dari mereka yang senang dengan puisi, kita juga bisa menikmati buku di taman yang udaranya sangat sejuk sehingga betah untuk berlama-lama.

BACA  Terkait Pengolahan Sampah, Wakil Bupati Tolitoli Kunjungi Pohuwato

Terkait panitia/volunteer, mereka semua ramah kepada setiap pengunjung hanya saja ada beberapa pengunjung yang tak tahu diri sehingga membuat mereka kesal dan sempat marah kepada pengunjung. Mereka tidak sungkan menjawab pertanyaan dari pengunjung, entah itu tentang kegiatan atau tentang penulisnya. Overall, MIWF bikin kangen. Tidak mengecewakan dan dijamin tidak menyesal mengeluarkan isi dompet demi MIWF.
Sampai jumpa di MIWF 2019, semoga aku bisa ikut lagi 🙂

 


Komentar