Kamis, 24 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Volume Sampah Plastik Terus Bertambah, Ini Langkah Pemprov Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 18 Februari 2020 | 21:05 WITA Tag: ,
  Suasana pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengurangan sampah plastik di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi dan kabupaten/kota, Selasa (18/2/2020). (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Setiap tahun, volume sampah plastik terus naik. Berdasarkan catatan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, tahun 2016 sebanyak 31.128 ton, 2017 sebanyak 29.749 ton dan tahun 2018 sebanyak 33.910 ton. Angka itu hanya dihitung dari TPA Talumelito sebagai pembuangan akhir sampah di Kota Gorontalo, Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.

Berkaitan dengan itu, DLHK Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi pengurangan sampah plastik di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi dan kabupaten/kota, Selasa (18/2/2020).

BACA  Temui Korban Banjir di Bone Pesisir, Merlan Uloli Bagi-bagi Bantuan

Kepala DLHK PROVINSI Gorontalo, Faizal Lamakaraka, mengatakan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Gorontalo No. 522/DLHK/121 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah.

Beberapa poin dari surat edaran itu diantaranya menyiapkan tong sampah terpilah minimal tong sampah organik dan non organik. Menggunakan kertas bekas kosong untuk mengkonsep dan mencetak draf serta mewajibkan penggunaan tumbler atau botol air minum isi ulang.

“Penggunaan tumbler sudah dilakukan oleh OPD. Di kantor gubernuran tidak lagi ada air kemasan. Jadi peserta rapat atau sejenisnya wajib membawa tumbler atau menggunakan gelas yang sudah disediakan. Ini menjadi komitmen dari Bapak Gubernur Rusli Habibie,” ujar Kadis DLHK Faizal Lamakaraka usai acara.

BACA  Lakukan Sensus Penduduk, BPS Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

Penggunaan botol minum isi ulang diminta dilakukan masif di semua OPD. Terlebih jika menghadirkan pimpinan. Begitu juga dengan pelayanan di kantor-kantor cukup menyediakan galon air isi ulang dan gelas yang bisa dicuci dan digunakan ulang.

Menurut Faizal, pengurangan sampah plastik sudah harus dilakukan yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan birokrasi. Data menyebut produksi sampah Provinsi Gorontalo rata-rata 30.000 ton per tahun.

BACA  Lewat DID dan DAK, Pemkab Bantu Nelayan di Pesisir Danau Limboto

“Setiap tahun pasti akan naik seiring dengan perkembangan dan kemajuan daerah. Apalagi Provinsi Gorontalo lagi menggalakkan pariwisata yang berarti semakin banyak warga yang datang dan semakin berputar kegiatan ekonominya,” imbuhnya.

Selain mengurangi penggunaan sampah plastik, Faizal berharap fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) bisa dimaksimalkan di kabupaten/kota. Pemanfaatan bank sampah juga diharapkan bisa digunakan masyarakat selain untuk kebersihan juga untuk meningkatkan ekonomi. (adv/rwf/hg)


Komentar