Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wabah Anthrax merebak, Dinas Peternakan Klaim Baru 7 yang Positif

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 30 Agustus 2017 | 23:14 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id, Limboto – Merebaknya wabah Anthrax di sebagian wilayah di Kabupaten Gorontalo, semakin menambah deretan jumlah ternak sapi yang ditemukan mati mendadak. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, hingga Rabu,(30/9) tercatat sudah ada 7 ekor sapi yang ditemukan terindikasi terinfeksi Bakteri Anthrax.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Femmy Wati Umar saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menemukan sedikitnya 7 ekor sapi yang terindikasi terinfeksi bakteri Anthrax.

selain itu pihaknya juga sudah melakukan pengambilan sampel darah dan organ tubuh hewan yang terindikasi Anthrax, untuk dilakukan pemerikasan laboratorium.

Sedangkan terkait data sejumlah 29 ekor sapi yang dilaporkan mati mendadak, Femmy menyatakan bahwa, sejauh ini pihaknya sudah menerima beberapa laporan dari warga terkait hewan sapi yang mati mendadak, namun hal ini belum bisa dikategorikan sebagai penyebab Anthrax, apalagi tidak dibuktikan dengan wujud fisik dari hewan tersebut.

Selain itu untuk memastikan hewan tersebut terinfeksi Bakteri Anthrax, harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium.

” Sebagai dinas tekhnis, kita belum bisa mengatakan bahwa setiap sapi yang dilaporkan mati mendadak disebut antrhax, sebab hal itu tidak melalui hasil lab.

Sehingganya jika ditemukan sapi mati secara mendadak, diminta untuk segera melaporkan ke Dinas Peternakan agar secepatnya dilakukan identifikasi penyebab kematian dari hewan tersebut.” Ujar Femmy.

Femmy menambahkan, untuk saat ini pihaknya bersama tim yang juga melibatkan Balai Besar Feteriner Maros sedang melakukan identifikasi terhadap hewan yang ditemukan mati mendadak serta melakukan pengambilan sampel darah dan organ tubuh dari hewan yang terindikasi antrhax dan melakukan pemusnahan terhadap hewan tersebut.

Sementara langkah antisipasi terhadap penyebaran anthrax ini terutama diderah yang endemik yaitu dengan cara memberikan vaksinasi massal terhadap hewan ternak.

Vaksinasi ini dilakukan secara intensif setiap 6 bulan sekali. Dan diharapkan partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan ternak sapi secara rutin. (rvg/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar