Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waduh! Nama NKRI Dicatut untuk Peras Pejabat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 21 Maret 2017 | 11:48 AM Tag: , , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Kabar yang tak mengenakkan menimpa pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Gorontalo terpilih Rusli Habibie-Idris Rahim. Ditengah penantian pasangan yang dikenal dengan duet Nyata Karya Rusli Idris (NKRI) untuk dilantik menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Gorontalo periode 2017-2022 itu, ada upaya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencatut nama NKRI. Pencatutan dilakukan untuk memeras para pejabat pemerintah provinsi (pemprov) Gorontalo.

Ini diakui oleh sekretaris tim pemenangan pasangan NKRI Ghalib Lahidjun. Kepada Gorontalo Post (grup Hargo.co.id), Dia mengungkapkan jika saat ini ada oknum-oknum tertentu yang kerap mendatangi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan membawa-bawa nama nama Rusli Habibie dan Idris Rahim.

“Pak Rusli Habibie dan pak Idris Rahim sudah mendapat laporan jika namanya dicatut dengan tujuan yang kurang bagus. Korbannya yakni beberapa pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Gorontalo. Pelakunya oknum dan kelompok tertentu,” kata Ghalib Lahidjun.

Ada yang melakukan secara halus dan ada juga dengan memaksa. Kata Ghalib Lahidjun, mereka datang ke pimpinan SKPD dengan alasan sudah mendapat dukungan dari Rusli Habibie dan Idris Rahim. “Mereka meminta agar segera terlayani terkait program. Ada yang minta jatah proyek, ada yang minta uang cash, tiket pesawat dan lainnya,” ungkap Ghalieb Lahidjun.

Melalui Ghalib Lahidjun, Rusli Habibie dan Idris Rahim mengharamkan namanya dicatut untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Rusli Habibie dan Idris Rahim kata Ghalib, memahami betul etika dan norma pemerintahan. Bahwa praktek-praktek seperti itu sangat tidak baik. Juga saat ini beliau berdua tidak memiliki kewenangan sebagai pengendali pemerintahan,

“Beliau berharap jika ada orang yang merasa diancam atau diiming-imingi sesuatu mengatasnamakan cagub/cawagub terpilh, sebaiknya tidak digubris. Atau mungkin perlu dikonfirmasi langsung kepada beliau berdua,” kata Ghalib Lahidjun.

Pencatutan nama pasangan calon kepala daerah terpilih, memang kerap mewarnai masa transisi pemerintahan pasca pilkada. Ada orang atau kelompok , mengatasnamakan pengurus partai pendukung/penggusung, tim pemenangan, teman dekat bahkan keluarga, bertindak seolah-olah ditugaskan Cagub/Cawagub terpilh. Modusnya dengan mengatur-ngatur program, proyek, bahkan bisa bertindak semacam baperjakat yang dapat memutasi jabatan-jabatan strategis pemerintahan.

“Alhamdulillah NKRI Jilid 1 kemarin sudah berhasil menjaga kepercayaan publik dalam merealisasikan janji-janji kampanye dahulu untuk kemajuan Gorontalo dan kesejahteraan rakyat. NKRI Jilid 2 tetap mendapatkan kepercayaan publik dengan memenangkan Pilgub 2017 ini, secara elegan dan terhormat. Pak Rusli Habibie dan pak Idris Rahim berharap agar ini tetap kita jaga dengan baik, jangan dirusak hanya karena kepentingan sesaat,” kuncinya. (jdm/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar