Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waduk Bone Ulu Dinilai Mampu Reduksi Potensi Banjir

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 4 Agustus 2020 | 08:43 WITA Tag: ,
  Suasana peninjauan tanggul jebol oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, Naswardi, di Kelurahan Bugis, Senin (3/8/2020). (Foto : Rendi Wardani Fathan/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, Naswardi menegaskan pembangunan waduk Bone Ulu wajib menjadi prioritas dalam penanganan banjir di Kota Gorontalo. Sebab, kata Naswardi, waduk Bone Ulu dinilai mampu mereduksi banjir yang diakibatkan luapan air sungai Bone.

“Pembangunan bendungan Bone Ulu menjadi satu keharusan kita, karena melihat potensi banjir sekarang. Ini salah satu untuk mereduksi banjir di Sungai Bone,” ucap Naswardi usai mendampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau tanggul sungai Bone yang jebol akibat banjir, di Kelurahan Bugis, Senin (03/08/2020).

BACA  Pemda Wajib Karantina Pasien Covid-19 Kategori OTG

Pembangunan waduk Bone Ulu ini pernah menjadi proyek strategis nasional untuk menangani banjir di Kota Gorontalo dan Bone Bolango. Namun, karena satu dan lain hal, proyek ini ditunda.

“Melihat kondisi banjir ini, memang harus kita lakukan lagi, kita kaji ulang lagi, menghidupkan kembali pembangunan waduk Bone Ulu,” tambah Naswardi.

BACA  Gaji GTT jadi Prioritas pada Pembahasan APBD Perubahan

Sementara itu, terkait penanganan tanggul yang jebol, Pemprov Gorontalo bersama BWSS II akan membuat tanggul sementara. Caranya dengan karung pasir yang dibungkus geotekstil. Selain melindungi warga dari luapan air sungai juga untuk menjaga tidak terjadi erosi.

“Saya minta warga sini untuk rela dan ikhlas daerah bantaran ini perbaiki. Seperti ini, dapurnya sudah di bibir sungai. Jangan sampai ada yang menahan dan sebagainya,” ucap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

BACA  Pemprov dan DPRD Gorontalo Sepakati Rancangan KUA PPAS APBD 2021

Tanggul sementara itu merupakan penanganan jangka pendek. Selanjutnya, Pemprov Gorontalo akan memperjuangkan penanganan jangka menengah atau membangun kembali tanggul dengan cara meminta bantuan dari pemerintah pusat.

“Hari Jumat nanti kami akan paparan di Bappenas. Kita bawa usulan dan foto-foto untuk penanggulangan jangka pendek dan menengahnya,” pungkas Rusli Habibie. (adv/rwf/hg)


Komentar