Thursday, 29 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wagub Idris Rahim Tuturkan Strategi Mengendalikan Inflasi di Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Tuesday, 13 July 2021 | 15:05 PM Tags: ,
  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kedua kiri), memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota secara virtual di ruangan Huyula Gubernuran Gorontalo, Selasa (13/07/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jika dibandingan dengan bulan sebelumnya dengan besaran 0,30 persen month to month (mtm), Tingkat inflasi Gorontalo tekanannya terbilang mereda, dimana pada bulan Juni 2021 tercatat sebesar 0,08 persen mtm, sedangkan untuk nasional pada bulan Juni 2021 tercatat deflasi sebesar –0,16 persen mtm.

Adanya perkembangan tersebut, Indeks Harga Konsumen tahunan di Gorontalo hingga periode Juni 2021 mengalami inflasi sebesar 2,81 persen year on year (yoy), sedangkan nasional 1,33 persen yoy. Tingkat inflasi itu masih tetap terkendali di bawah sasaran tahunan 2021 sebesar 3 plus minus 1 persen.

“Inflasi itu artinya harga barang cukup tinggi, sementara di satu sisi masyarakat tidak punya daya beli akibat dari pandemi COVID-19,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota secara virtual di ruangan Huyula Gubernuran Gorontalo, Selasa (13/07/2021).

Idris mengutarakan strategi yang perlu dilakukan untuk mengendalikan inflasi di antaranya segera membelanjakan anggaran pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian daerah dan menjaga fluktuasi harga dengan menerapkan prinsip 4K yaitu Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, serta Komunikasi yang efektif antara seluruh instansi terkait. Wagub juga menginstruksikan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk secara rutin memberikan informasi harga-harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Informasi harga ini sangat penting untuk dievaluasi setiap saat agar kita bisa segera menentukan langkah-langkah strateis dalam mengendalikan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga komoditas kebutuhan masyarakat,” ujar H. Idris Rahim.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, komoditas utama penyumbang inflasi pada bulan Juni 2021 adalah tomat dengan andil tertinggi sebesar 0,1808 persen mtm. Disusul oleh emas perhiasan 0,0510 persen dan ikan tuna 0,0438 persen.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo
(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar