Rabu, 12 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wagub: Stok Sembako di Gorontalo Aman Hingga Jelang Ramadan 1442 H

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 6 April 2021 | 16:05 WITA Tag: , ,
  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kedua kiri) memimpin rakor stabilisasi barang kebutuhan pokok dan barang penting menjelang HBKN 2021 di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Selasa (06/04/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi stabilisasi barang kebutuhan pokok dan barang penting menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2021 yang berlangsung di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Selasa (06/04/2021).

Dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengungkapkan pihak pemerintah dapat memastikan bahwa stok sembako menjelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang stabil.

Sebelum pelaksanaan rakor tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo telah melakukan pemantauan stok dan harga bahan kebutuhan pokok. Pemantauan dilakukan di Pasar Sentral Kota Gorontalo, sejumlah gudang distributor, serta pasar tradisional dan pasar modern.

BACA  Siaga Bencana, Polda Gorontalo Gelar Apel Gabungan

“Dari hasil pemantauan itu pada dasarnya semua bahan pokok menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri tersedia, kecuali untuk cabai rawit dan daging ayam agak meningkat harganya,” kata Idris.

Idris mengungkapkan, meningkatnya harga cabai rawit selain disebabkan oleh pasokan yang kurang, juga dipengaruhi tingginya permintaan cabai rawit ke Kalimantan dan Ternate. Demikian pula halnya untuk daging ayam yang harganya naik karena jumlah permintaan menjelang Ramadan yang cukup banyak.

BACA  Gubernur Gorontalo Minta Kabupaten/Kota Memaksimalkan Vaksinasi Covid-19

“Memang untuk daging ayam ini biasanya menjelang Ramadan akan naik karena kebiasaan masyarakat kita yang selalu mengkonsumsi daging ayam pada awal puasa,” imbuhnya.

Wagub menuturkan, untuk menjaga ketersediaan stok kebutuhan pokok serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Pemprov Gorontalo akan menerapkan prinsip 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif oleh seluruh instansi terkait.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto menjelaskan, TPID Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota akan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Budi mengatakan, selain cabai rawit dan daging ayam, komoditi minyak goreng juga mengalami kenaikan harga. Khusus untuk minyak goreng, Sub Divisi Regional Bulog Gorontalo akan segera memasok stok ke pasaran dengan harga Rp13 ribu per liter.

BACA  Tinjau Posko Perbatasan di Taludaa, Ini Instruksi Wagub Gorontalo

“Mudah-mudahan ini bisa menurunkan dengan cepat harga minyak goreng yang saat ini berada pada level Rp17 ribu per liternya. Dengan operasi pasar mudah-mudahan harga bisa tertahan dan bahkan sebisa mungkin turun,” tandas Budi.(zul/adv/hargo)


Komentar