Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wajah Lama Dominasi Perebutan Kursi DPR RI dari Gerindra-PKS

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 27 Oktober 2017 | 14:15 Tag: , , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Dua Parpol yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu legislatif 2019 nampaknya masih akan menggunakan pola lama. Betapa tidak, pada perebutan kursi di DPR RI, kedua Parpol ini menyodorkan wajah lama seperti Elnino Moh. Husain Mohi (Gerindra) dan Agus Sp. Otto (PKS).

Ini terungkap ketika Gorontalo Post mencoba menanyakan siapa-siapa saja yang akan diusung Partai Gerindra ke DPR RI. Oleh Elnino yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, diungkap jika nama itu masih rahasia. Namun lama kelamaan Elnino membeberkan juga.

“Ditulis saja bahwa Partai Gerindra akan mengusung Elnino dan kawan-kawan,” jawab Elnino singkat.

Apakah masih akan menggunakan formasi 2014 lalu yang mana saat itu nama Elnino dan Sekretaris DPD Partai Gerindra, Tommy Ishak masuk dalam daftar Caleg. Menurut Elnino, ada sedikit perubahan, mengingat penetapan Caleg DPR RI, dipengaruhi oleh DPP Partai Gerindra.

“Intinya, ada banyak nama dari DPP yang akan ikut Pemilu legislatif dari Dapil Gorontalo. Kita tunggu saja, insya Allah,” kata Elnino.

Sama halnya dengan Partai Gerindra, PKS dalam penentuan Caleg ke DPR Ri juga masih dalam proses. Artinya, nama-nama yang akan diusung belum ada kecuali Agus SP. Otto. Nama ini juga menghiasi daftar Caleg PaKS pada 2014 lalu untuk DPR RI.

Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo Adnan Entengo mengatakan, hingga saat ini partai masih melakukan seleksi mencari siapa figur yang pas untuk mewakili Gorontalo ke pusat.

“Sejauh ini baru satu nama, yakni Agus Otto yang sudah pasti diusung menjadi kandidat Caleg PKS ke DPR-RI perwakilan Gorontalo. Sementara lainnya masih dibahas,” ungkap Adnan.

Adnan mengakui batas waktu seleksi calon akan dilakukan sampai Februari mendatang, karena kader yang diusung ini haruslah kader yang memang mumpuni, terterima di masyarakat dan tentunya bisa mewakili apa yang menjadi aspirasi masyarakat Gorontalo untuk diperjuangkan di pusat.

“Semoga sampai batas yang ditentukan kami bisa menemukan kader yang sesuai,” harapnya.

Seperti diketahui bersama, hasil Pemilu legislatif 2014 lalu, Partai Gerindra memperoleh 49.342 suara dan berada di urutan kedua setelah Partai Golkar, berhasil merebut satu dari tiga kursi yang tersedia.

Sementara PKS memperoleh suara sebanyak 26.499 suara dan berada diuurutan kedelapan dari 12 Parpol peserta Pemilu saat itu.

Mampuhka Partai Gerindra mempertahankan kursi yang ada dan PKS merebut salah satu kursi yang tersedia? Tergantung efektif atau tidaknya pola yang digunakan nanti. Pasalnya, hampir semua Parpol akan menyodorkan nama beken. (jdm/wie/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar