Rabu, 18 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wajib! Bagi Pedagang Takjil Harus Lewat Uji BPOM

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 24 Mei 2017 | 12:02 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Bulan suci Ramadan akan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kue di Gorontalo. Pasalnya permintaan kue, terutama untuk dijadikan takjil dipastikan akan meningkat.

Meski demikian, pedagang kue tak boleh lagi sembarangan berjual kue takjil karena harus melewati terlebih dahulu uji kandungan bahan kimia dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Gorontalo.

Terlebih bagi penjual kue yang akan mengisi sejumlah stand yang ada di event Kampung Ramadan yang digelar oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi, dan Layanan Informasi Konsumen, BPOM Gorontalo, Sumiaty Haslinda.

Menurutnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, BPOM Gorontalo bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait akan menggelar rutin razia dan uji sampel seluruh jajanan takjil Ramadan yang dijual oleh seluruh pedagang kue yang ada di Provinsi Gorontalo.

Uji sampel ini akan dilakukan dengan dua cara, yakni sampel terbuka dan dilakukan dengan cara investigasi.

“Anggota kami akan turun ke lapangan dan berlagak selayaknya seorang konsumen kemudian akan membeli jajanan takjil itu. Lalu kita uji, jika terbukti mengandung bahan berbahaya, maka akan langsung kita sita kemudian akan diberikan peringatan tegas,” ujarnya.

Selain itu, khusus untuk para pedagang kue yang berjualan di kawasan Kampung Ramadan harus terlebih dahulu memasukkan sampel kuenya ke pihak BPOM Gorontalo.

Jika lolos dari uji tes BPOM maka pedagang baru diberikan rekomendasi yang menjadi salah satu persyaratan utama untuk berjualan di kampung Ramadan. “Tes ini berlaku untuk semua, mau pedagang kecil ataupun pedagang besar,” tegasnya.

Namun demikian, meski sudah mendapat dan lolos uji tes BPOM sebelum berjualan, pihaknya tetap akan melakukan uji sampel bagi seluruh pedagang takjil di kampung Ramadan setiap harinya.

Dan jika ditemukan ada pedagang kue yang menggunakan bahan kimia berbahaya maka izinnya langsung dicabut dan akan diberikan peringatan tegas dengan tidak lagi diizinkan untuk berjualan.

Olehnya, Sumiaty meminta kepada seluruh pedagang kue yang ada di Gorontalo untuk tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam membuat bahan pangan yang akan dijual saat bulan Ramadan nanti. (tr-45/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar