Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wakil Rakyat Gorontalo Utara Ingatkan Tentang Penyelenggaran Pemerintah

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Kab. Gorontalo Utara Legislatif , pada Sabtu, 6 Juni 2020 | 20:05 WITA Tag:
  RDP yang digelar DPRD Gorut pada Jumat (05/06/2020) terkait masalah yang muncul di perbatasan. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Setiap aparatur daerah, diharapkan untuk dapat mengetahui siapa penyelenggara pemerintahan yang ada di daerah sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang nomor 23 pasal 208.

Penegasan tersebut disampaikan Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Ridwan R. Arbie dalam menanggapi masalah yang mencuat akhir-akhir ini di Gorut. Menurutnya, berdasarkan peristiwa itu, ternyata masih ada aparatur yang tidak mengetahui siapa penyelenggara pemerintahan di daerah ini.

“Untuk itu, saya berharap agar aparatur pemerintah daerah, dapat memperhatikan amanat UU 23 pasal 208. Selain itu, juga mengetahui siapa saja penyelenggara pemerintah daerah tersebut,” tegasnya.

BACA  Pemekaran Desa Imana Masih dalam Proses

Ini menurut Ridwan R. Arbie, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Seperti kondisi saat ini ada petugas yang ada di posko, karena ketidak tahuannya maka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ridwan R. Arbie.

Dirinya menambahkan agar semua pihak termasuk para aparatur yang bertugas di lapangan untuk dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan mekanisme dan protokoler yang berlaku.

BACA  DPRD Gorontalo Utara Kedatangan Tamu dari Minahasa Tenggara

Sementara itu, Matran Lasunte, juga anggota DPRD Gorut, berharap agar peristiwa di Posko Gugus Tugas dijadikan pelajaran bersama dan dibenahi bersama agar tidak terjadi lagi kedepannya.

“Saya mengerti akan situasi dan kondisi yang terjadi terutama mereka yang bertugas di posko. Mereka pasti capek, dan saya tahu itu. Namun, ketika ada persoalan dan sudah mendapatkan jawaban atau konfirmasi, maka tidak usah lagi ada kicauan lanjutan,” ungkapnya.

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan di garis depan tersebut, telah melalui pendidikan dan latihan.

BACA  Deteksi Penyebaran Covid-19, Setwan Gorut Jalani Rapid Test

“Namun jika kejadian seperti ini maka tentunya harus dilakukan pembinaan, dan juga terhadap kejadian ini harus dibenahi juga secara bersama,” tegasnya.

Ke depan kata Matran Lasunte, terhadap aparatur yang akan ditugaskan di garis depan dan berhadapan dengan masyarakat langsung diharapkan untuk dapat dibekali dan diberikan pembinaan khusus.

“Karena selain capek dalam menjalankan tugas, tentu mereka akan berhadapan langsung dengan berbagai macam karakter, sehingga mereka harus tetap siap dalam menjalankan tugas dan kerja mereka,” tandasnya. (abk/adv/hg)


Komentar