Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Walikota Gorontalo Akui Manfaat dan Jaminan BPJAMSOSTEK

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial , pada Selasa, 7 Juli 2020 | 02:51 WITA Tag: ,
  Suasana diskusi pada Forum Koordinasi Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Gorontalo 2020, Senin (06/07/2020) di Ruang Rapat Walikota Gorontalo. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Walikota Gorontalo, Marten Taha mengakui manfaat dan jaminan yang diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) atau BPJAMSOSTEK. Itu didasari dengan manfaat yang sangat luar biasa.

“Jika melihat dari manfaat dan jaminan yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK, sangat luar biasa. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman yang sudah tercover,” kata Marten Taha .

Ini disampaikan pada Forum Koordinasi Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Gorontalo 2020, Senin (06/07/2020) di Ruang Rapat Walikota Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Walikota Gorontalo Marten Taha dan dihadiri Wakil Walikota, Ryan F Kono, Sekda Ismail Madjid, Kadis Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Ben Idrus serta unsur terkait.

BACA  Bupati Gorontalo Buka Peluang Takmirul Masjid Dapat Beasiswa

Masih pada kesempatan yang sama, Marthen Taha mengungkapkan bahwa tenaga Non ASN atau tenaga harian, sudah ada yang tercover BPJAMSOSTEK. Kendati demikian, Marten Taha mengakui jika tenaga honorer di lingkungan Pemkot Gorontalo belum seluruhnya tercover dalam program BPJAMSOSTEK.

“Belum semua tenaga honorer atau harian yang ikut program BPJAMSOSTEK. Namun untuk pekerja di sektor informal, seperti tenaga harian sudah banyak yang ikut,” tegasnya.

Sejatinya, BPJAMSOSTEK memiliki tugas memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja baik pegawai ASN dan Non ASN. Termasuk bagi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Di lingkungan Pemkot Gorontalo, terdapat 4.000 lebih anggota Korpri aktif. Namun dari jumlah tersebut, belum ada yang didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

BACA  Tiba-tiba, Sekda Bone Bolango Tutup Kantor Kominfo  

Sementara itu, di Provinsi Gorontalo sendiri anggota Korpri yang sudah menjadi peserta program BPJAMSOSTEK mencapai 10.440 peserta. Itu terdiri dari Bone Bolango 3.925 peserta, Pohuwato 3.422 peserta dan Boalemo sebanyak 3.093 peserta.

Suasana diskusi pada Forum Koordinasi Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Gorontalo 2020, Senin (06/07/2020) di Ruang Rapat Walikota Gorontalo. (Foto: Istimewa)
Suasana diskusi pada Forum Koordinasi Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Gorontalo 2020, Senin (06/07/2020) di Ruang Rapat Walikota Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Menurut Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid, keikutsertaan anggota Korpri di lingkungan Pemkot Gorontalo, harus melalui mekanisme. Diantaranya perlu sosialisasi ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kota Gorontalo.

“Hal ini akan disosialisasikan kepada teman-teman di OPD dan yang kedua harus perlu dijamin iuran kepesertaan,” jelas Ismail Madjid seraya mengungkapkan jika tenaga honorer di lingkungan Pemkot Gorontalo yang sudah tercover dalam program BPJAMSOSTEK mencapai 1.189 peserta.

BACA  Soal Keuangan dan Program, BPJAMSOSTEK Raih Predikat WTM

Sementara itu, Kabid Kepesertaan BPJAMSOSTEK, Cabang Gorontalo, Muhammad Kahfi menegaskan, untuk anggota Korpri nantinya akan dimasukkan dalam dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM.)

“Saat ini santunan dari manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan mengalami kenaikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 /2019. Kenaikan manfaat tersebut diantaranya nilai santunan jaminan kematian yang sebelumnya Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta. Perawatan home care yang mencapai Rp 20 juta, serta bantuan beasiswa kepada 2 anak peserta hingga ke perguruan tinggi yang mencapai Rp 174 juta,” jelas Mohammad Kahfi yang saat itu didampingi Kabid Pelayanan Irfani Syahrul. (ldy/adv/hg)


Komentar