Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Walikota Gorontalo: Jika Benar Ada Pemukulan, Saya Mengutuk Keras

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 7 September 2016 | 15:01 WITA Tag: , , ,
  


hargo.co.id GORONTALO — Dugaan pemukulan terhadap anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo Hidayat Dangkua mendapat tanggapan dari Walikota Gorontalo Marthen Taha.

Marthen mengutuk keras jika memang benar terjadi pemukulan ataupun penyerangan terhadap Anggota AJI tersebut.

“Saya tidak akan mentolerir aksi-aksi premanisme di Kota Gorontalo. Dan saya minta ini diusut tuntas, jika memang benar terjadi,” ujar Marthen kepada koran ini tadi malam.

Namun demikian, Marthen mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada pemukulan ataupun penyerangan di secretariat AJI tersebut sebab dirinya ada di lokasi.

[Baca: Dampak Pertemuan FKH, Anggota AJI Gorontalo Diduga Dipukul OTK ]

Yang namanya kafe sudah pasti banyak pengunjungnya, bukan hanya rombongan walikota saja, tapi juga ada masyarakat umum yang datang nongkrong dan minum kopi.

BACA  Sebanyak Rp 1,5 Triliun Dikucurkan ke Gorontalo pada 2021

Kalaupun ada insiden, itu di luar kendali Marten saking banyaknya pengunjung yang berada di lokasi.

“Yang jelas tidak ada perintah dari saya untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada pemukulan dan penyerangan. Soal karikatur maupun postingan di facebook, itu merupakan kritik yang membangun buat Pemerintah Kota Gorontalo. Saya malah berterimakasih masih ada masyarakat Kota yang peduli dan kritis terhadap kebijakan pemerintah,” lanjutnya.

BACA  15 Oktober, Panglima TNI dan Kapolri Berkunjung ke Gorontalo

[Baca: Soal Dugaan Pemukulan Anggota AJI, Begini Kronologis Versi AJI Gorontalo]

Bahkan kedatangan walikota ke kafe Maksoed yang juga secretariat AJI tersebut untuk menindaklanjuti kritikan yang berkembang beberapa hari terakhir ini. Hanya saja diluar dugaan, banyak warga yang datang ke lokasi tersebut.

Walikota Marthen juga secara khusus telah bertemu dengan Hidayat, bersama Ketua AJI Kota Gorontalo Debby Mano serta Ketua Forum Kota Hijau (FKH) Rahman Dako, Selasa (6/9) kemarin di Limboto.

Dan tidak ada lagi persoalan antara mereka berdua karena tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Sebagai seorang khalifah, Marthen mengaku harus mau mendengarkan kritikan masyarakat apalagi demi kebaikan.

BACA  Presiden Tak Ingin Libur Jadi Titik Penyebaran Covid-19

“Penghargaan adipura yang kita peroleh, tidak terlepas dari peran masyarakat terutama teman-teman dari Forum Kota Hijau, aktivis lingkungan dan juga teman-teman media. Masa saya harus marah ketika dikritik seperti itu. Ini merupakan cambuk bagi saya agar bisa berbuat lebih baik lagi untuk Kota Gorontalo,” tegas walikota.

Walikota juga meminta dinas terkait pengelolaan lingkungan agar segera menyusun Road Map Green Policy untuk penataan Kota agar komitmen hijau lebih nyata yang melibatkan komunitas pro lingkungan di Kota Gorontalo. (nat/hargo)


Komentar