Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Asal Boalemo Tenggelam Usai Hadiri Pesta di Bolsel

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 17 Desember 2020 | 16:05 WITA Tag:
  Basarnas Gorontalo saat mengevakuasi korban perahu tenggelam. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Satu keluarga asal Bajo, Kabupaten Boalemo yang berjumlah lima orang tenggelam di perairan Gorontalo, Kamis (17/12/2020). Itu terjadi setelah perahu yang ditumpangi dihantam ombak.

Informasi yang berhasil dihimpun, keluarga tersebut datang ke Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Sulawesi Utara (Sulut). Setelah menghadiri pesta dan perahu yang ditumpangi Yani Jahim (40), Reva Nunci (13), Revandi nunci (8), Akbar Nunci (4) dan Yanto Nunci (40) disapu ombak dan tenggelam.

“Kami bertolak dari Bolsel pada pukul 03.00 Wita. Saat berangkat cuaca masih bagus, ombak biasa. Tapi saat dekat Tanjung Kerbau, angin bertiup kencang. Ombak besar-besar,” ujar Yani kepada awak media ini.

Satu keluarga itu berangkat lintas kabupaten hanya menggunakan perahu sampan. Yani dan anak-anak hanya membawa baju, makan dan jaring yang memang terus tersimpan di sampan. Namun sayang, saat ombak semakin besar, sang suami Yanto tak bisa mengendalikan laju perahu. Kurang lebih 30 menit terombang ambing digelombang, Yani meminta anak-anak agar menguras air yang sudah memenuhi di sampan.

BACA  Tim Reptil Akhiri Sepak Terjang Terduga Pelaku Jambret di Gorontalo

“Saya suru limas (keras air), tapi tiba-tiba ombak besar sekali dan langsung pecah di perahu,” ujanya.

Saat ombak memecah perahu, seketika sampang mereka tenggelam. Yani beserta dua anaknya langsung melompat dan berenang, sementara sang ayah langsung memeluk Akbar yang belum tahu berenang. Yanto pun langsung melambaikan kaos ke arah perahu satu yang sudah jauh di depan mereka.

BACA  Pilkada Kabgor Makan Tumbal, Ketua KPU Dicopot dari Jabatan

“Tak ada barang yang bisa diselamatkan, untung perahu satu masih sempat balik dan menolong,” katanya.

Yani bersyukur, perahu rekannya masih sempat melihat mereka meminta tolong. Namun, perahu dengan ukuran yang sama itu masih menampung delapan penumpang. Terpaksa, anak-anak dan perempuan didahulukan, sementara Yanto dan satu penumpang pria di perahu satu bertahan mengapung seraya meminta bantuan.

Kurang lebih beberapa jam mengapung, sejumlah nelayan yang melintas langsung menolong mereka. Yani dan anak-anak lainnya langsung di evakuasi di TPI Huangobotu, Kabupaten Bone Bolango.
Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, I Made Junetra mengatakan pihaknya menerima laporan perahu terbalik pukul 10.20 Wita.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

Tak berselang lama, lima personil bersama perahu evakuasi langsung diterjunkan untuk menolong korban.

“Tiga warga katanya sudah diselamatkan nelayan, jadi kita mengevakuasi dua korban lainnya yang masih bertahan di rakit,” ujar Junetra.

Ia menambahkan, BMKG sudah menyampaikan situasi cuaca yang ekstrim. Sejumlah nelayan maupun warga yang ingin melaut dihimbau wasapada dengan ombak dan angin kencang. “Korban berhasil kita evakuasi dengan selamat, saya harap para nelayan lebih waspada, agar tidak terjadi kecelakaan di tengah laut,” ujarnya.

Rombongan ininterdiri dari dua perahu. Satu perahu yang memuat penumpang lima orang dan satunya memuat delapan orang. Yang kecelakaan yakni perahu yang memuat penumpang lima orang.(tr69/gp)


Komentar