Monday, 27 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Biau Aspirasikan Jalan, Jembatan dan Tanggul

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Monday, 30 August 2021 | 06:05 AM Tags: , ,
  Anggota DPRD Gorontalo Utara, Herniati Moridju pada pelaksanaan reses di Desa Omuto Biau, akhir pekan lalu. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jalan yang memadai kemudian jembatan serta tanggul menjadi aspirasi masyarakat dari Desa Omuto, Desa Potanga, Desa Bohulo dan Desa Bualo Kecamatan Biau.

Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Herniati Moridju mengatakan bahwa akses jalan yang memadai yang digunakan sebagai jalur transportasi harian masyarakat diharapkan maksimal kondisinya. 

“Seperti masyarakat yang ada di Desa Potanga dan Bohulo sangat membutuhkan akses jalan dan jembatan yang memadai,” ungkap Herniati.

Pasalnya akses jalan tersebut digunakan setiap harinya oleh masyarakat dalam berbagai kebutuhan, baik sebagai akses atau jalur transportasi, juga dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya seperti mengangkut hasil pertanian dan lainnya. 

“Dan saat ini kondisi jalan yang ada butuh perhatian, apalagi ketika musim hujan tiba, maka banyak genangan air yang terdapat sepanjang jalan tersebut,” jelasnya.

Selain jalan, juga jembatan yang memadai dengan kondisi yang lebih baik lagi disuarakan oleh masyarakat. 

“Untuk saat ini memang jembatan sudah ada, namun lantainya masih terbuat dari kayu yang tentunya ini dari sisi kenyamanan pengguna belum maksimal,” ujarnya.

Dapat saja lantai jembatan yang masih terbuat dari kayu tersebut patah saat dilalui karena kondisinya lapuk. 

“Dan belum juga hal lain yang tidak terduga dapat terjadi saat dilalui oleh pengguna,” paparnya.

Untuk masyarakat yang di Desa Bualo, kata Herniati yang menjadi keluhan mereka terkait dengan tanggul yang ada di sungai desa tersebut yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dikarenakan kondisinya yang rusak. 

“Akibat dari tanggul yang tidak maksimal tersebut, masyarakat yang ada di desa tersebut harus menerima kenyataan bahwa mereka telah gagal panen sebanyak 2 kali karena lahan mereka diterjang banjir,” tegasnya.

Dan untuk itu, masyarakat berharap agar apa yang menjadi keluhan mereka tersebut dapat perhatian dan pemerintah merealisasikannya melalui program.  (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar