Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Dembe Hidangkan 10 Ribu Apangi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 11 Oktober 2016 | 11:20 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Perayaan 10 Muharram atau hari Asyura di Gorontalo berbeda dari biasanya. Sebelumnya, peringatan hari Asyura diisi dzikir, doa dan ceramah agama.

Nah tahun ini, selain dzikir dan doa peringatan hari Asyura juga disemarakkan dengan festival apangi. Yaitu kue tradisional Gorontalo yang berbahan baku tepung beras.

Adalah masyarakat Dembe 1, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo yang mengagas pelaksanaan festival apangi. Meski baru kali pertama dilaksanakan, festival apangi mampu menyedot perhatian warga.

Apalagi jumlah kue apangi yang disediakan warga setempat mencapai lebih dari 10 ribu buah. Bahkan ada sebuah apangi berukuran besar disediakan. Yakni berdiameter 1 meter. Sedikitnya ada 36 posko yang disediakan untuk menjamu pengunjung.

Sebagaimana pantauan Gorontalo Post, festival apangi berlangsung sejak pukul 19.00 wita. Untuk bisa menarik perhatian, sejumlah warga yang terlibat langsung dalam pelaksanaan festival apangi melakukan berbagai cara.

Diantaranya dengan mengajak langsung para pengendara yang kebetulan lewat di wilayah Dembe untuk mencicipi langsung kue apangi yang disediakan.

Tak hanya itu, di masing-masing posko pun terdapat sepasang muda mudi yang mengenakan pakaian adat Gorontalo untuk menjamu tamu yang datang ke masing-masing posko, sehingga suasana terasa begitu kental akan adat daerah.

Fitrianti salah seorang warga yang menikmati festival apangi mengaku awalnya terkejut saat melewati lokasi pelaksanaan.

“Awalnya kami mengira di lokasi telah berlangsung kegiatan resepsi atau pesta kawin, namun saat melewati lokasi kami ditawarkan untuk makan kue apangi,” ungkapnya.

Ramang Karim, warga setempat yang menyediakan kue apangi raksasa mengaku sengaja membuat kue besar itu untuk menarik perhatian warga yang berkunjung.

Untuk membuat apangi raksasa itu, Ramang harus menyediakan 10 kg tepung beras, 10 butir kelapa yang kemudian di panggang di atas bara api selama kurang lebih 2 jam.

“Saya juga menyediakan 10 kg gula merah kemudian di isi pada kantong plastik,” ungkap Ramang.

Herlina Soandi, warga lainnya juga mengaku begitu senang bisa melaksanakan festival apangi. “Kegiatan seperti ini sangat membantu pelestarian budaya Gorontalo. Selain itu, ini juga akan mempererat tali silaturahmi masyarakat, sehingga itu kami sangat siap apabila kegiatan ini dilaksanakan rutin,” tutur Herlina yang juga diamini Idris Bajuka, warga Dembe.

Terpisah, warga Dembe lainnya Amrullah mengatakan, apangi merupakan sajian khas Muharram. Sepanjang Muharram masyarakat Gorontalo biasanya menyajikan apangi. Kondisi itu juga terjadi pada Ramadan.

“Melalui acara ini diharapkan bisa memperkuat jalinan silaturahmi,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Dembe I, Adriun Katili mengatakan, kegiatan festival apangi ini digelar berdasarkan aspirasi murni dari masyarakat Dembe I.

“Kegiatan ini terselenggara dengan mudah karena masyarakat Dembe memiliki kerjasama yang sangat erat. Kami tak menyangka masyarakat menyediakan kue apangi di masing masing-rumah yang dihidangkan kepada para tamu mereka,” ungkapnya.

Adriun berencana, kegiatan festival apangi akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Sehingga dengan begitu, masyarakat di Gorontalo bisa mengenali Kelurahan Dembe lewat pelestarian makanan asli Gorontalo ini,” tuturnya.(tr-48/tr-49/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar