Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga di Bantaran Sungai Bone akan Direlokasi

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Sabtu, 1 Agustus 2020 | 16:35 WITA Tag: ,
  Rumah yang ada di bantaran Sungai Bone akan direlokasi. (Nata Rahman/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai Bone akan direlokasi. Langkah ini diambil Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menghindarkan warga dari bencana banjir yang akhir-akhir ini terus melanda sejumlah wilayah di Kota Gorontalo dan sekitarnya.

Relokasi warga di bantaran sungai Bone dikemukakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat kunjungan kerjanya baru-baru ini ke Menteri Bappenas.

”Ini juga (Relokasi warga di bantaran sungai) saya sampaikan ke Menteri Bappenas kemarin, beliau mintakan lokasi barunya dimana, kita akan ajak masyarakat yang punya rumah di bantaran sungai akan coba kita pindahkan. Kemarin juga saya ketemu BNPB untuk segera mengajukan proposal pengajuan bantuan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak bencana alam tadi,” ucap Rusli Habibie kepada sejumlah wartawan di rumah dinas gubernur, Jumat (31/7/2020).

BACA  Jadi Atensi Satgas Covid-19, Pilkada Terus Dipantau

Dikatakannya, Pemprov Gorontalo akan mencoba untuk menyiapkan lahan. Selain itu Pemprov juga akan bermohon pada pemerintah pusat lewat kementerian PUPR dan Bappenas untuk membangun rumah susun bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

BACA  Komunikasi Lewat Radio Masih Penting

”Lokasinya sementara akan kita diskusikan dengan pak walikota karena memang lokasinya paling banyak berada di Kota Gorontalo,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain akan merelokasi warga bantaran sungai, Pemprov Gorontalo akan mengutamakan penanganan bagian hulu dan hilir dari penyebab banjir.

BACA  Jelang Mubes Lamahu, Gubernur Gorontalo Ingatkan Protokol Kesehatan

“Tetapi yang utama adalah kita prioritaskan dulu untuk memperbaiki hulu dan hili dimana juga hulunya harus dibuatkan waduk,” jelas Rusli Habibie.

Gubernur dua periode ini juga mengingatkan agar tidak ada lagi pengrusakan alam seperti hutan yang bisa berakibat buruk untuk masyarakat.

” Jangan merusak alam, semisal merusak hutan, hutannya dibakar, ada penambang-penambang liar, ini harus kita jaga,” pungkas Rusli. (adv/rwf/hg)


Komentar