Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Dudepo Dambakan Listrik, Berharap Diwujudkan Tahun Ini

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Kab. Gorontalo Utara Legislatif , pada Kamis, 4 Juni 2020 | 15:05 WITA Tag:
  Anggota DPRD Gorut, Lukum Diko


Hargo.co.id, GORONTALO – Sejak Gorontalo Utara (Gorut) memisahkan diri dari Kabupaten Gorontalo pada 2006 lalu, ternyata ada sesuatu yang belum terpenuhi. Yakni adanya masyarakat yang belum menikmati listrik.

Informasi yang berhasil dihimpun, masyarakat di Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, hingga saat ini belum menikmati listrik. Padahal, sudah sering mereka suarakan apa yang diinginkan, namun belum ada respon.

Ini lantas memantik reaksi dari DPRD Gorut. Apalagi anggota DPRD Gorut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Anggrek Cs, sering menjadi tempat masyarakat Dudepo untuk menyampaikan aspirasi.

BACA  Penyaluran Bansos Harus Mekanisme dan Data

Ini seperti yang dialami anggota DPRD Gorut, Lukum Diko. Saat tengah menjemput aspirasi, Lukum Diko disodorkan ‘masalah’ yakni tentang listrik di Desa Dudepo. Menurutnya, masyarakat berharap agar direalisasikan tahun ini.

“Sudah lama masyarakat Dudepo mendambakan jaringan listrik. Rencananya pada 2020, namun terkendala dengan mewabahnya covid-19, sehingga rencana realisasi tersebut tertunda” ungkap Lukum Diko.

BACA  Hadapi Bencana, Ini Anjuran Wagub Gorontalo

Ditambahkan, kebutuhan listrik bagi masyarakat Dudepo yang notabene merupakan daerah kepulauan sangatlah penting. Alasannya, dampak yang paling berpengaruh yakni pada peningkatan ekonomi masyarakat itu sendiri.

“Mata pencaharian masyarakat Dudepo yakni nelayan. Hasil tangkap mereka membutuhkan wadah pendingin agar ikan-ikan tidak rusak, yang dapat menurunkan kualitas serta nilai jualnya. Pendingin ini butuh aliran listrik,” jelasnya.

BACA  Minta Dijauhkan dari Bencana, Pemprov Gelar Doa Keselamatan Negeri

Saat ini, hasil tangkap para nelayan langsung diserahkan ke penampung lokal untuk mengantisipasi agar tak rusak. Hanya saja, salah satu yang harus diterima yakni harga di bawah.

“Jika listrik masuk di desa tersebut, maka para nelayan akan terbantu dan juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sisi lainnya, pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan tentu akan terwujud. (abk/adv/hg)


Komentar