Rabu, 3 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Eropa Mulai Gerah dengan TikTok

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Features , pada Rabu, 17 Februari 2021 | 06:05 WITA Tag:
  Ilustrasi aplikasi TikTok. (Foto: Selular.id)


Hargo.co.id – Organisasi pembela hak konsumen Uni Eropa, BEUC, memprotes sejumlah kebijakan aplikasi TikTok yang dinilai tidak melindungi anak-anak.

“Kebijakan itu tidak jelas, ambigu dan mendukung TikTok sehingga merugikan penggunanya,” kata BEUC dikutip dari Reuters, Selasa.

“Ketentuan hak cipta mereka sama tidak adilnya, mereka memberi hak yang tidak bisa dibatalkan kepada TikTok untuk menggunakan, mendistribusikan, dan membuat ulang video yang diunggah pengguna tanpa remunerasi.”

BEUC juga memprotes kebijakan TikTok untuk barang-barang virtual, pengguna bisa membeli koin untuk membeli hadiah virtual kepada akun selebriti yang disukai.

Menurut mereka, kebijakan tersebut tidak adil dan praktiknya menyesatkan.

“TikTok gagal melindungi anak-anak dan remaja dari iklan tersembunyi dan potensi konten berbahaya di platform tersebut,” kata BEUC.

TikTok juga dianggap keliru dalam memproses data pengguna.

Setidaknya ada 15 organisasi konsumen di Eropa yang mengadukan TikTok ke otoritas negara mereka dan meminta untuk segera mengambil tindakan.

Juru bicara TikTok menyatakan sudah berkomunikasi dengan BEUC dan bersedia bertemu untuk membicarakan protes tersebut.

TikTok menyatakan sedang membuat ringkasan kebijakan privasi di dalam aplikasi tersebut agar remaja memahami aturan yang diterapkan di platform tersebut.(ant/jpnn/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Warga Eropa Mulai Gerah dengan TikTok“. Pada edisi Rabu, 17 Februari 2021.

Komentar