Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Momala Protes Aktivitas Galian C

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Jumat, 3 Agustus 2018 | 09:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah warga Desa Momala, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, belakangan memprotes keberadaan galian C yang ada di wilayah itu karena dianggap menjadi biang musibah banjir dan longsor akibat kerusakan hutan.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, galian C ini berada di area pegunungan yang melewati kawasan hutan. Keberadaannya pun sudah cukup lama. Namun warga setempat belakangan memprotes keberadaan galian C karena dianggap sudah merusak hutan dan disinyalir warga menjadi penyebab musibah banjir.

BACA  Tiga Orang Warga Kabila Tersengat Listrik, Seorang Meninggal Dunia

Ramu (40), salah seorang warga mengatakan bahwa galian tersebut memang telah meresahkan warga. Dan menurut informasi yang diterimanya, bahwa izin lingkungan galian C tersebut diduga tidak lengkap.

“Kasian hutan telah dirusak. Imbasnya ke kami kalau hujan, pasti akan banjir dan longsor,” kata warga Desa Momala ini. Dirinya berharap agar pemerintah terkait dapat menindak tegas proyek galian C tersebut.

Kepala Desa Momala, Kasmat Hida mengungkapkan bahwa benar ada laporan dari warga terkait permasalahan itu. Dirinya mengaku bahwa hal tersebut telah diteruskan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.

BACA  Polisi Musnahkan Bahan Baku dan Miras di Bone Bolango

“Baru-baru ini pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo beserta anggota DPRD dan pihak lainnya sudah mendatangi lokasi tersebut,” ungkap Kasmat singkat.

Terpisah, Kepala Seksi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo, Nasrudin membenarkan bahwa surat perijinan dari Galian C ini terdapat sedikit kekeliruan, karena Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) awalnya hanya untuk restorasi. Tapi, sekarang galian itu sudah melakukan proses produksi.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

“Kami sudah turun melakukan survei. Dan kalau dilihat galian tersebut memang tidak memasuki kawasan hutan. Hanya saja kami masih terus melakukan analisa terkait masalah tersebut,” cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Gorontalo Post belum berhasil menemui penanggung jawab dari perseroan galian C tersebut untuk memintai konfirmasinya.(tr58/gp/hg)


Komentar