Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Pilohayanga Protes Galian C, Blokir Jalan, Minta Pemerintah Turun Tangan

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Senin, 8 Januari 2018 | 07:05 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Aktivitas tambang galian C yang berlokasi di kawasan Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo menuai protes keras dari warga Desa Pilohayanga. Warga merasa terganggu dengan truk pengangkut material galian c yang lalu lalang melintasi pemukiman mereka. Selain merusak jalan, truk-truk tersebut dituding sebagai penyebab banyaknya warga yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Kekesalan ini akhirnya berujung pada aksi pemblokiran jalan, Minggu, (7/1).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, aksi protes dilakukan oleh mereka yang tinggal tak jauh dari lokasi Tambang Galian C, tepatnya di dusun III, Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga. Sejak awal beraktivitas, warga mengaku merasa resah dengan tambang tersebut.

BACA  Polisi Musnahkan Bahan Baku dan Miras di Bone Bolango

Pasalnya, debu yang dihasilkan oleh tambang tersebut sering bertebaran sampai ke pemukiman rumah mereka. Mereka meuding hal itulah yang menjadi penyebab utama sehingga saat ini di kawasan pemukiman dusun III banyak anggota rumah tangga yang terserang ISPA lantaran sering menghirup debu yang berhembus dari tambang tersebut.

Tidak saja itu, warga juga mengeluhkan aktivitas truk-truk pengangkut hasil material tambang yang setiap harinya lalu lalang sehingga membuat jalan rusak parah lebih kurang 300 meter.

Selain mengajukan protes, para warga juga ikut mempertanyakan luas lahan yang dikelola perusahaan galian c yang sudah mencapai 5 ha. Padahal sesuai izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) hanya seluas 1,2 hektar.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

Una (40) salah satu warga berharap agar aktifitas galian c di Desa Pilohayanga segera dihentikan. “Kasian anak- anak yang terganggu kesehatannya. Debunya itu sampai di dapur,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya mengungkapkan sedianya mereka ingin mempertanyakan legalitas tambang galian C termasuk izin luas yang lahan yang legal. Namun setiap kali akan melakukan perlawanan sering ada intimidasi dari orang-orang suruhan pengelola.

“Kami harap galian c tersebut bisa ditutup, Bupati juga sudah pernah menginstruksikan untuk galian c tersebut di tutup,” imbuhnya.

Terpisah, Kabid AMDAL dan Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo Indrimawati Alulu yang dikonfirmasi awak media terkait hal ini mengungkapkan aktivitas tambang galian C di Desa Pilohayanga memang memiliki izin dari pemerintah.

BACA  Tiga Orang Warga Kabila Tersengat Listrik, Seorang Meninggal Dunia

Namun dengan catatan tidak merusak lingkungan. “Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan(SPPL) yang kita keluarkan sudah sesuai survey, sehingga diperbolehkan dengan persyaratan pengelola harus membuat RTH di lingkungan tersebut, dan perbaikan jalan yang rusak akibat aktifitas mobil pengangkut material,” tutur Indrimawati.

Menyusul adanya aduan warga, lanjut Indrimawati, maka pihaknya akan turun melakukan pengecekan. Jika pihak pengelola memang tidak mampu memenuhi ketentuan persyaratan, akan ada konsekuensi.

“Pencabutan urusan AMDAL memang bukan wewenang pemerintah daerah, namun jika pengelola melanggar, kita bisa memberhentikan mereka untuk sementara waktu, termasuk juga bisa mencabut SPPL yang sudah kita berikan,” tegasnya. (tr-56)


Komentar