Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Taluditi Meradang, Ini Tuntutan Mereka Soal Lahan

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 2 November 2018 | 09:00 Tag:
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Puluhan masyarakat di Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi, Pohuwato, menuntut percepatan pembayaran ganti rugi lahan yang terkena dampak pembangunan bendungan Randangan. Pasalnya, sebanyak 83 warga pemilik lahan mengklaim belum juga menerima pembayaran ganti rugi.

Sebagaimana informasi yang dirangkum Hargo.co.id (Harian Gorontalo Post Grup), pembangunan bendungan untuk Irigasi Randangan-Taluditi Kabupaten Pohuwato sudah berjalan 3 tahun lamanya. Namun puluhan masyarakat Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi yang terkena dampak pembangunan bendungan tersebut.

Smpai dengan saat ini belum juga menerima pembayaran ganti rugi sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) II Gorontalo dengan masyarakat.

Khusus untuk Desa Panca Karsa I itu terdapat 119 bidang tanah yang terkena dampak pembangunan tersebut, ditambah dengan lahan warga di dua desa lainnya yakni Desa Manunggal Jaya, dan Desa Ayula belum menerima pembayaran ganti rugi. Warga pemilik lahan pun mengancam akan membongkar bendungan tersebut jika ganti rugi tak segera direalisasikan.

Seperti yang disampaikan Ahmad Adi Sugiono (30), pihaknya selaku pemilik lahan sudah memberikan dokumen-dokumen seperti apa yang dimintakan pihak BPN sebagai persyaratan pembayaran ganti rugi. Namun, warga menyesali upaya-upaya pihak terkait yang terkesan lamban sehingga berdampak pula pada keterlambatan pembayaran ganti rugi.

“Kami merasa kok kami masyarakat diperlakukan seperti ini, kenapa sejak diserahkanya dokumen-dokumen kami tidak diberitahukan kalau ada yang kurang atau belum valid pendataanya. Nah sekarang kan sama halnya kita ulang lagi dari awal jika dokumen-dokumenya dikembalikan ke masyarakat lagi. Yang kami khawatirkan dana yang sudah ada saat ini akan dikembalikan lagi ke kas negara jika tidak segera diserahkan ke masyarakat, sementara saat ini sudah memasuki penghujung tahun. Kenapa tidak dibagikan saja kepada masyarakat yang benar-benar sudah lengkap persyaratanya,” ucapnya.

Hanif, salah satu staf Tekhnisi BWS Sulawesi II Gorontalo mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembayaran ganti rugi atas lahan yang terdampak pembangunan bendungan tersebut. Hanya saja dokumen kepemilikan lahan yang sudah divalidasi oleh pihak BPN benar-benar lengkap dan tidak bermasalah.

“Jika persyaratanya lengkap, yaa sudah kita pun secepatnya akan melakukan pembayaran. Cuma memang kemarin itu setelah diperiksa oleh Tim di BPN ternyata memang masih ada beberapa dokumen yang masih bermasalah sehingga mungkin hal ini pun yang menyebabkan pencairan dananya terkendala. Sehingga itulah yang sementara ini sedang dilengkapi oleh masing-masing pemilik,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (1/11/2018).

Ditambahkannya, jika saat ini baik pihak BWS dan BPN sudah berupaya agar pembayaran ganti rugi tersebut dipercepat. Hanya saja hal yang perlu diperhatikan adalah prosedur yang sesuai.
“Karena kita semua harus melalui prosedur, tidak ada penundaan pembayaran yang disengaja, apalagi ini memang menjadi hak masyarakat, akan tetapi harus dilengkapi juga dengan syarat-syarat yang sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga pembayaran ganti ruginya juga benar-benar sesuai,” tandasnya.

Sementara itu, BPN Provinsi Gorontalo melalui salah satu petugas pelaksana, Lukman, menyampaikan saat ini pihak BPN Provinsi sudah menyurati Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia sehingga saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak kementerian.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, hanya saja mengenai persoalan tersebut, kita masih menunggu petunjuk dari kementrian kaitan dengan persoalan pembayaran ganti rugi lahan yang saat ini masih terkendala beberapa perosalan, baik itu validasi data kepemilikan lahan maupun kelengkapan persayaratan yang harus dipenuhi masyarakat pemilik lahan,” singkat Lukman.(ryn/gp/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar