Kamis, 24 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga yang Terdampak Banjir di Kota Gorontalo Blokir Jalan

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Gorontalo , pada Rabu, 5 Agustus 2020 | 18:05 WITA Tag: , ,
  Aksi penutupan akses jalan oleh warga di Kelurahan Bugis, Rabu (05/08/2020). (Foto: Istimewa/ Ramadhan)


Hargo.co.id, GORONTALO – Warga masyarakat yang terdampak banjir di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo menutup akses jalan dari Kelurahan Bugis menuju pelabuhan Leato, tepatnya di Jembatan Talumolo I.

Penutupan akses jalan ini sebagai tanda protes mereka terhadap kebijakan pemerintah Provinsi Gorontalo yang membuat tanggul darurat yang terbuat dari karung berisi pasir dengan melibatkan warga setempat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi untuk menanggulangi tanggul yang jebol, secepatnya. Bukan solusi seperti karung terus diisi pasir, bahkan yang mengerjakan itu dibayar 5.000 itu malah menyusahkan rakyat. Rakyat sudah menolak tawaran tersebut,” tegas Agung Rahman Datau koordinator aksi demo ketika diwawancarai sejumlah awak media, Rabu (05/08/2020).

BACA  Hasil Evaluasi BPKP, Pelaksanaan Pemerintahan di Gorontalo Cukup Baik

Ia menyarankan agar pemerintah Gorontalo menggunakan alat berat untuk mendirikan tanggul yang jebol saat banjir melanda wilayah tersebut.

“Kami berharap bisa menggunakan alat-alat besar yang dimiliki oleh Pemkot dan Pemprov. Tidak perlu lagi menggunakan tangan-tangan rakyat. Sebab, mereka adalah penderita banjir,” ucap Agung.

Dia juga meminta kepada Pemprov dan DPRD Provinsi Gorontalo untuk memberi penjelasan kegiatan penambangan salah satu perusahaan di area pegunungan di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

BACA  Disaksikan Wagub, DPRD Tetapkan Program Perda 2021

“Kami ada data. Kami juga melihat dari satelit gunung sudah gundul. Bahkan, sudah ada pembabatan-pembabatan. Dari hal tersebut mengakibatkan banjir,” tukas Agung.

Penutupan akses jalan ini sendiri membuat jalanan macet total. Dalam pemblokiran jalan itu, warga juga sempat melakukan aksi pembakaran ban.

Sebelumnya, terkait jebolnya tanggung di Kelurahan Bugis dan sejumlah titik, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, perbaikannya akan dilakukan dengan tiga tahap. Jangka pendeknya, dibuat tanggul darurat dengan cara karung berisi pasir disusun rapi di area tanggul yang jebol. Jangka menengah, tanggul akan dibangun lagi dan untuk jangka panjangnya akan dilakukan normalisasi sungai.

BACA  BPPHLHK Komit Cegah Kerusakan Lingkungan Hidup

“Ini sementara atau darurat karena pembuatan tanggul dan normalisasi sungai ini anggarannya cukup banyak. APBD provinsi maupun kota tidak cukup, sehingga kami akan berjuang dan Alhamdulillah Menteri PPN/Bappenas Pak Suharso sangat mendukung,” jelas Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. (rwf/hg)


Komentar